suplemenGKI.com

Hidup Yang Berbuah

 

Lukas 13:1-9

 

Pengantar
Kalau kita menanam pohon yang dapat menghasilkan buah, tentu kita berharap bahwa pohon tersebut dapat berbuah pada waktunya. Bagaimana kalau pohon tersebut tidak keluar buahnya? Apa yang akan kita lakukan? Mungkin kita akan mencoba mencangkul tanahnya supaya subur, dan memberi pupuk serta menyiraminya dengan teratur. Bagaimana kalau yang sudah kita lakukan itu tidak menghasilkan buah lagi? Akankah kita bersabar menunggu buahnya lagi, ataukah kita menebangnya dan mengganti dengan pohon yang lain?

Pemahaman
Ay 1,        Peristiwa apakah yang dikabarkan kepada Yesus oleh beberapa orang?

Ay 2-3     Apa tangggapan Tuhan Yesus terhadap cerita diatas?

Ay 4-5     Peristiwa apakah yang Tuhan Yesus ceritakan kepada orang banyak? Dan bagaimana tanggapan Tuhan Yesus untuk hal tersebut?

Ay 6-9     Perumpamaan apa yang diceritakan Tuhan Yesus kepada orang banyak?

Ada beberapa orang Yahudi yang menceritakan peristiwa terbunuhnya beberapa orang-orang Galilea kepada Tuhan Yesus. Pada waktu itu beberapa orang peziarah Paskah Yahudi dari Galilea sedang melakukan penyembelihan terhadap korban-korban mereka, pada saat yang bersamaan terjadi keributan (kemungkinan kerusuhan politik) di hari raya itu. Pilatus mengambil tindakan tegas dan akhirnya beberapa dari orang-orang Galilea tersebut ada yang mati dan ada yang darahnya tercampur dengan darah hewan-hewan korban.

Mereka memiliki konsep bahwa besarnya malapetaka yang diderita oleh orang tersebut, memperhatikan bahwa mereka adalah orang-orang yang jahat sekali.

Tuhan Yesus justru ingin meluruskan pendapat yang salah tersebut, bahwa kematian seseorang dapat terjadi dimana-mana, termasuk peristiwa menara dekat Siloam yang menewaskan 18 orang (ay4). Yang penting bagi Tuhan Yesus bukan soal kematian orangnya dimana dan melalui peristiwa apa? Namun apakah orang yang mau meninggal itu sudah bertobat atau belum, itu yang lebih penting.

Maka Tuhan Yesus memberikan perumpamaan tentang pohon ara yang tumbuh di kebun anggur, dimana pohon ara tersebut tidak berbuah. Padahal kebun anggur itu memiliki tanah yang subur dan selalu dirawat dengan baik. Bagaimana mungkin pohon ara itu tidak berbuah?

Hal ini sebenarnya ingin menggambarkan orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus seharusnya berbuah, bahkan berbuah lebat. Orang-orang yang percaya harus terus menerus introspeksi diri sendiri, apakah saya sudah berbuah? Kalau belum berbuah, mengapa?

Refleksi
Ambil beberapa menit untuk introspeksi, apakah selama jadi orang Kristen saya sudah berbuah? Kalau belum, apa sebabnya?

Tekad
Ya Tuhan sering kali kami hanya memikirkan diri sendiri, kami jarang berpikir bagaimana kami harus berbuah di dalamMu. Ampunilah dan ubahlah kami.

Tindakanku
Hari ini saya mau menolong orang lain, sebagai wujud dari hidup saya yang berbuah.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«