suplemenGKI.com

Lukas 14:7-11.

 

Memilih, Tidak Harus Selalu Yang Terutama.

Pengantar:
Hampir tidak ada orang di dunia ini yang mau memilih yang bukan terutama atau kelas dua. Misalnya, makanan: jarang ada orang yang mau memilih makanan yang tidak enak, pakaian: hampir tidak ada orang yang mau memilih pakaian yang jelek untuk dipakai, pasangan hidup: Tidak ada orang yang memilih pasangan hidupnya orang yang jelek, paling tidak sesuai dengan standartnya. Itu memang kecenderungan manusia yang selalu ingin yang terutama, tertinggi, terbaik. Apakah itu salah? Tentu tidak salah, tetapi tidak jarang keinginan untuk memilih yang terutama, tertinggi dan terbaik justru bisa mendatangkan penderitaan, kekecewaan bagi dirinya sendiri, apabila ternyata idealisme pilihannya itu terlalu tinggi untuk digapai, terlalu mahal untuk ditebus dan terlalu muluk untuk menjadi sebuah realitas. Maka tidak heran pada gilirannya kita akan kecewa dan frustrasi akibat terlalu idealis memilih.

Pemahaman:

  1. Apa yang melatar belakangi nasihat Yesus dalam pesta perjamuan sosial itu? (v. 7-10)
  2. Pengajaran apa yang hendak ditekankan oleh Yesus dalam nasihat-Nya? (v. 11)

Dalam pesta perjamuan yang bersifat kegiatan sosial di rumah seorang pemimpin dari orang-orang farisi itu, Yesus melihat kondisi yang kurang baik yang sedang terjadi, yaitu banyak tamu undangan yang berebut untuk memilih duduk di tempat-tempat kehormatan demi mendapatkan prestise dan penghormatan dari orang-orang yang hadir dalam perjamuan itu. Dapat dibayangkan, betapa memalukan kondisi yang terjadi di tengah-tengah perjamuan yang seharusnya tercipta suasana saling memperhatikan, saling menghormati dan saling peduli, tetapi yang terjadi justru sebaliknya, banyak orang ingin mencari kehormatan, menjaga image dan mau menunjukkan pengaruhnya. Bukankah situasi demikian juga sering terjadi di komunitas persekutuan ibadah kita?

Ditengah kondisi demikian Yesus memulai nasihat-Nya dengan sebuah perumpamaan (v. 8-10) Beberapa inti dari perumpamaan Yesus: Pertama, Sebaiknya kita menjaga diri agar tidak dipermalukan hanya karena ingin mencari kehormatan. Kedua, Sebaiknya bersikap bersahaja atau santun manakala sedang berada dalam sebuah perkumpulan. Tiga, tempatkanlah diri pada posisi yang tidak diinginkan atau dipilih oleh orang banyak (tempat yang sederhana, yang tidak terhormat) Melalui nasihat tersebut, Yesus sesungguhnya sedang mengajarkan agar kita jangan suka meninggikan diri, kemudian merendahkan sesama, sebaliknya jadilah orang yang rendah hati, karena demikian justru akan ditinggikan.

Refleksi:
Renungkanlah, jika anda cenderung memiliki sikap suka meninggikan diri dan merendahkan orang lain, sebaiknya segera sadar dan jadilah orang yang rendah hati.

Tekad:
Tuhan, ampuni dan ubahlah aku jikalau aku adalah orang yang cenderung suka meninggikan diri dan juga suka merendahkan orang lain.

Tindakkan:
Berjuang untuk menjadi orang yang rendah hati dengan menghayati segala sesuatu yang ada pada diri kita adalah semata-mata anugerah Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«