suplemenGKI.com

Bacaan :Lukas 18 : 9 – 14

Tema : Kesombongan Rohani

PENGANTAR
Kesombongan bisa terjadi pada siapa saja, kapan saja dan di area apa saja. Dan yang paling ironis adalah bahwa kesombongan bisa terjadi pada figur relijius yang memegahkan kesalehannya. Bukankah seorang yang rohani seharusnya rendah hati ? Bukankah seorang yang relijius seyogyanya yang paling memahami tentang kesalehan yang sejati. Namun kenyataannya, tidak seorangpun kebal terhadap kesombongan.

Melalui bacaan hari ini kita akan belajar sikap yang harus kita hindari agar hidup kita dimuliakan Allah.

PEMAHAMAN

  1. Apa kesalahan terbesar dari orang Farisi yang tidak diperkenan Tuhan ? ( ayat 9-12 )
  2. Mengapa doa pemungut cukai dibenarkan Tuhan, sehingga ia dimuliakan Allah ? ( ayat 13-14 )

Pertama-tama ketika kita melihat kesalahan yang fatal dari doa orang Farisi adalah ketika orang Farisi itu mengandalkan kebenaran diri sendiri ( 9b ). Dari doa yang dipanjatkan orang Farisi terlihat bahwa ia bukan sekedar meyakini kebenarannya sendiri melainkan memegahkan kebenaran dihadapan Allah dan orang lain. Yang ironis kesombongan itu diletakkan pada hal-hal yang relijius. Walaupun diawal doanya ia mulai dengan ucapan syukur kepada Allah namun selebihnya adalah tentang dirinya sendiri. Kedua: kesombongan orang Farisi ini adalah merendahkan orang lain. Walaupun secara opini publik orang Farisi memiliki alasan untuk menempatkan diri diatas pemungut cukai. Bahkan secara sosial orang Farisi dianggap lebih tinggi kedudukannya dari pemungut cukai. Namun mereka melakukan kesalahan besar ketika orang Farisi menilai lebih tinggi dari pemungut cukai di hadapan Allah. Mereka telah salah menggunakan ukuran tersebut.

Sebaliknya, si pemungut cukai menyadari diri bahwa ia tidak benar. Dia berdiri jauh-jauh dan merasa tidak layak untuk menjumpai Tuhan Allah. Dan dalam doanya ia tidak berani menengadah ke langit. Dia tahu diri bahwa ia orang berdosa. Kesedihannya terhadap dosa-dosanya diungkapkan melalui pemukulan dada. Dan isi doanyapun singkat, “Ya Allah, kasihanilah aku orang yang berdosa ini”. Hanya sebuah permohonan yang tulus yang lahir dari ketidaklayakan diri dihadapan Allah. Dan sikap seperti inilah yang dicari Tuhan Allah. Bagaimana dengan anda ? Sepantasnya kita memiliki sikap hati seperti pemungut cukai yang menyandarkan hati dihadapan Allah.

REFLEKSI
Marilah kita merenungkan : Ketika anda beribadah kepada Tuhan, sikap yang mana yang sering muncul dihati anda ? sikap orang Farisi atau pemungut cukai ?

TEKADKU
Ya Tuhan ampunilah saya, jika dalam hati saya ada sikap-sikap yang merendahkan orang lain.

TINDAKANKU
Setiap ibadah, saya akan memberi salam kepada sesama sebanyak mungkin sebagai wujud saya menghargai mereka.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«