suplemenGKI.com

Lukas 18:13-14

BENAR MERASA

 

PENGANTAR
Kemarin kita belajar bagaimana seharusnya menempatkan diri kita dihadapan Tuhan melalui cara berdoa orang Farisi.  Bahwa ‘Merasa Benar’ adalah hal yang tidak berkenan bagi Tuhan Yesus.  Hari ini kita belajar ‘Benar Merasa’ yang ditunjukkan oleh sikap pemungut cukai.

 PEMAHAMAN

  • Ayat 13: Bagaimana sikap pemungut cukai waktu berdoa?
  • Ayat  14: Apa pendapat Tuhan Yesus terhadap sikap pemungut cukai?

 Pemungut cukai tidak disukai masyarakat karena dalam menjalankan tugasnya sebagai penarik pajak, dia sering berlaku kejam, tidak mau tahu kesengsaraan orang lain.  Yang penting bagi dirinya adalah keuntungan diri sendiri.  Ayat 13 menceritakan, pemungut cukai datang ke Bait Allah untuk berdoa. 

a hal yang dapat kita pelajari dari sikap pemungut cukai saat berdoa kepada Tuhan:

Pertama, berdiri jauh-jauh.  Hal ini menunjukkan bahwa pemungut cukai merasa malu pada keadaan dirinya.  Dia menyadari siapa dirinya.  Kedua, tidak berani menengadah keatas.  Bagi pemungut cukai Allah adalah Agung dan sangat Mulia.  Dia merasa dirinya hina dan tidak layak untuk menatap-Nya.  Ketiga, memukul dirinya sambil berkata “Ya  Allah kasihani aku orang berdosa ini”.  Hal itu merupakan bukti penyesalan yang amat dalam atas apa yang dia perbuat dan dengan kerendahan hati ia mohon belas kasihan Allah. 

Pemungut cukai mengajarkan “Benar Merasa” yaitu malu akan keberadaan kita yang tidak layak di hadapan Tuhan dan hanya bisa memohon belas kasihan-Nya.  Di mata Tuhan Yesus sikap pemungut cukai yang rendah hati dan menyadari keberadaannya membuat dia berkenan dihadapan ALLAH.

REFLEKSI
Mari kita berdiam diri sejenak!  Renungkan keberadaan diri kita!  Apakah kita sudah ‘Benar Merasa’ bahwa kita harusnya malu dan tidak layak dihadapan Tuhan?  Apakah kita sudah dengan rendah hati menempatkan diri di hadapan Tuhan?  Atau kita masih ‘Merasa Benar’, karena kita bisa sedikit berbuat baik ?  Yang Tuhan inginkan bukannya kita berdiri tegak dan menengadah dengan memamerkan kemampuan kita dihadapan-Nya.  Mari menunduk malu penuh penyesalan dan kerendahan hati  mengakui kegagalan dan dosa kita sebagai murid-murid-Nya.

TEKADKU
Tuhan tolonglah aku untuk selalu bisa menyadari keberadaanku dihadapan-Mu, sehingga aku selalu memiliki rasa rendah hati baik di hadapan-Mu dan juga kepada sesamaku.

TINDAKANKU
Selalu kutanamkan dalam hatiku bahwa rendah hati bukanlah rendah diri dan tidak akan membuat diriku direndahkan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«