suplemenGKI.com

Minggu, 27 Juni 2010

26/06/2010

I Yoh 2:7-11

Hendaklah Kamu Saling Mengasihi

Bagi kita orang yang percaya kepada Yesus Kristus berbicara soal kasih merupakan hal yang biasa dan hal yang sering kali dibicarakan serta dibahasnya. Yohanes dalam suratnya juga ingin mengingatkan bahwa orang yang percaya diharapkan menerapkan kasih di dalam hidupnya.

  1. Mengapa Yohanes menyebut ajarannya sebagai perintah lama sekaligus perintah baru? (ay.7-8)
  2. Mengapa Yohanes mengaitkan kasih terhadap saudara-saudara dengan terang dan gelap? (ay.9-11)
  3. Hal apa yang dapat kita lakukan untuk membuktikan bahwa kita saling mengasihi?

Renungan:

Yohanes menyebutkan bahwa ajaran kasih itu merupakan perintah lama, karena sejak di perjanjian lama hal tersebut sudah dibicarakan dan diajarkan turun temurun, seperti yang tertulis di Imamat 19:18 : ”Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.” Namun mengapa Yohanes menyebutnya perintah baru? Karena Tuhan Yesus pernah memberikan perintah yang isinya sama dalam Yoh 13:34 : ”Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.”

Yohanes ingin menekankan bahwa yang terlebih dahulu mengasihi kita adalah Tuhan Yesus, sehingga kita dimampukan untuk dapat mengasihi Allah dan juga mengasihi sesama manusia. Tuhan Yesus terlebih dahulu memberikan kasihNya kepada kita, walaupun saat itu kita menjadi seteru Kristus. Dengan demikian Tuhan Yesus telah menjadi teladan dalam hal saling mengasihi.

Sering kali kita beranggapan bahwa mengasihi itu kalau kita mau atau kalau kita bisa, atau kalau kita dalam kondisi yang baik dan menyenangkan baru kita dapat mengasihi orang lain.

Tuhan Yesus mengajarkan bahwa mengasihi itu merupakan perintah dari Tuhan sendiri. Kalau itu perintah maka kita harus melaksanakan, tidak boleh ditawar-tawar atau bergantung keadaan kita. Tuhan Yesus telah mempraktekkan kasih itu kepada kita, maka kita diharapkan juga mempraktekkannya kepada orang lain.

Hal ini juga sama yang dimengerti oleh Yohanes, bahwa orang yang mengasihi itu hidup dalam terang yang bercahaya bukan hidup dalam kegelapan. Orang yang hidup dalam kasih seharusnya tidak mungkin membenci saudaranya sendiri. Oleh sebab itu orang yang hidup dalam kasih pasti harus mempraktekkan kasih tersebut dalam hidupnya. Bukti nyata bahwa kita hidup dalam kasih adalah kelakuan kita yang sesuai dengan Firman Tuhan. Kalau seseorang berkata bahwa ia hidup dalam terang namun ia membenci saudaranya, maka sesungguhnya ia berada dalam kegelapan. Membuktikan bahwa kita hidup dalam terang itu lebih penting,  daripada kita hanya membicarakan terang tesebut namun tidak mempraktekkannya.

Mengasihi bukan hanya untuk dibicarakan, Namun dipraktekkan dalam hidup ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*