suplemenGKI.com

Kristus Hadir Melegakan Jiwa

Lukas 2:22-40

 

Pengantar
Momen natal selalu dinantikan oleh banyak orang di setiap tahunnya, karena kita akan berkumpul dengan seluruh anggota keluarga. Kehadiran orang-orang yang sangat kita kasihi akan memberikan kelegaan tersendiri. Akan tetapi momen natal di tahun ini terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika awalnya kita dapat bertatap muka secara langsung, maka tahun ini kita tidak dapat melakukannya dengan leluasa. Meskipun berada dalam kondisi demikian, kita masih dapat melepas rindu satu sama lain melalui alat komunikasi. Saudara, jika kehadiran orang-orang yang kita kasihi dapat memberikan kelegaan, maka kehadiran Kristus akan menyentuh setiap kehidupan umat yang terbelenggu oleh penderitaan. Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 27-32    : Bagaimana respon Simeon ketika berjumpa dengan bayi Yesus?
  • Ayat 36-38    : Siapakah Hana dalam bagian ini? Apa yang dilakukan oleh Hana ketika berjumpa dengan bayi Yesus?

Bacaan hari ini merupakan perikop yang menceritakan tentang perjumpaan Simeon dan Hana dengan bayi Yesus. Delapan hari sesudah dilahirkan, Yesus dibawa ke Bait Allah oleh kedua orang tuanya. Di situlah mereka berjumpa dengan Simeon dan Hana. Simeon adalah seorang yang saleh dan menantikan penghiburan bagi Israel (ayat 25). Ia mendapatkan penyataan bahwa dirinya tidak akan mati sebelum melihat Mesias (ayat 26). Setelah ia berjumpa dengan Yesus, maka ia memuji Tuhan dengan penuh sukacita dan berkata-kata bahwa Yesus bukan hanya menjadi Juruselamat bagi Israel saja, tetapi bagi semua bangsa. Sedangkan Hana adalah seorang nabiah yang ditinggal mati oleh suaminya dan memutuskan untuk menghabiskan sisa hidupnya di Bait Allah (ayat 37). Akan tetapi kehidupannya berubah sejak berjumpa dengan Yesus. Ia bersyukur dan bersukacita, serta digerakkan kembali untuk menyerukan berita bagi semua orang yang menantikan kelepasan.

Simeon dan Hana adalah orang-orang yang menantikan hadirnya Juruselamat yang akan membebaskan umat-Nya dari penderitaan. Meskipun keduanya telah berusia senja, ternyata mereka tetap setia dan memelihara iman, sehingga pada akhirnya mereka dapat berjumpa dengan Yesus. Simeon dan Hana menyaksikan bahwa janji yang Allah berikan pada umat Israel di masa lampau telah digenapi. Mereka turut merayakan kebaikan Allah pada umat-Nya yang memberikan kekuatan dan sukacita.

Refleksi
Perayaan natal di tahun ini diwarnai oleh kejutan yang mengguncang kehidupan umat manusia. Sehebat apapun guncangan yang terjadi di masa ini, umat Tuhan akan memperoleh penghiburan dan pengharapan yang nyata. Kehadiran Kristus akan memberikan kelegaan dan keberanian, sehingga kita tetap melanjutkan kehidupan dengan optimis dan semangat.

Tekadku
Tuhan, ampuni bila selama ini aku sering mengasihani diri dalam kesesakan yang terjadi. Ajarku untuk selalu peka akan kehadiran-Mu di hidupku.

Tindakanku
Aku akan belajar untuk tetap percaya, taat, dan selalu bergantung pada Tuhan dalam menghadapi berbagai kondisi kehidupan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«