suplemenGKI.com

Lukas 2:48-52.

 

Yesus Berada Di Bait Allah (2)

Pengantar:
Kembali pada peristiwa seorang ibu yang melampiaskan kemarahan kepada anaknya dengan cara memukul, mencubit dan mengucapkan kata-kata yang kasar kepada anaknya, tanpa sedikitpun bertanya di mana, mengapa atau apa yang dilakukan anaknya. Sikap ibu tersebut menutup kesempatan bagi anaknya untuk menjelaskan mengapa anaknya untuk sesaat menjauh dan dianggap hilang oleh ibunya. Ternyata setelah mendapat keterangan dari satpam yang menemukan bahwa anaknya itu sedang main games di area time zone, dengan card yang diberikan oleh ibunya sendiri. Bandingkan dengan sikap Yusuf – Maria terhadap Yesus?

Pemahaman:

  1. Apa makna dialog antara Yusuf dan Maria dengan Yesus di ayat. 48-49?
  2. Apa tindakan Maria terkait dengan terkait dengan semua perkara yang terjadi? (v. 51-52)

Sepintas mungkin kita menilai bahwa jawaban Yesus terhadap orangtua-Nya di ay. 48-49, terkesan tidak pantas. Di tengah kecemasan, kelelahan orangtua mencari-Nya beberapa hari (lih. v. 46) Perhatikan, ketika Maria berkata “Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau” Kemudian Yesus menjawab “Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku” Yusuf pasti kaget, dan berpikir apakah ada bapa yang lain bagi Yesus selain dirinya! Di sinilah pikiran Yusuf dan Maria mulai dibukakan, bahwa Yesus sesungguhnya seorang pribadi yang istimewa yang tidak mungkin dapat dipahami oleh pikiran manusia. Itu sebabnya mereka menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. Menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya, adalah suatu sikap: melihat, mengikuti perkembangan, pertumbuhan dan apa yang akan terjadi di dalam diri Yesus, dengan tanpa mengintervensi menurut pikiran manusiawi.

Selanjutnya di ayat. 51 Yusuf, Maria dan Yesus pulang bersama-sama ke Nazaret dan melewati kehidupan seperti sedia kala. Setelah beberapa waktu kemudian, Yesus mulai menunjukan perkembangan yang di luar kemampuan dan pengetahuan pikiran mereka. Yaitu Yesus di katakan makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia. Semua itu menjelaskan bahwa Yesus dikaruniai hikmat, kasih, kecerdasan dan kehidupan yang menjadi teladan, panutan dan inspirasi bagi orang lain terutama dalam hal spiritualitas-Nya (band. v. 47) Hal itu menunjukkan dengan jelas bahwa di dalam diri Yesus seluruhnya adalah intervensi langsung dari Allah. Dengan demikian terjawablah apa yang disimpan oleh Maria di dalam hatinya.

Refleksi:
Mari kita tenang sejenak. Kemudian mulailah merenungkan, apakah kita sudah mengenal Yesus dengan baik? Jika kita ingin mengenal Yesus dengan baik, ijinkanlah Yesus menyatakan diri-Nya secara leluasa melalui Firman-Nya setiap hari dalam hidup kita.

 

Tekad:
Tuhan, aku ingin mengenal-Mu dengan baik dan benar, nyatakanlah diri-Mu kepadaku melalui Firman-Mu setiap kali aku membaca dan merenungkannya.

 

Tindakan:
Tidak ada jalan lain untuk bisa mengenal Yesus dengan baik, kecuali melalui Firman-Nya. Untuk itu aku mau rajin membaca Firman Tuhan setiap hari.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«