suplemenGKI.com

KASIHILAH TUHAN MU DAN SESAMAMU

Matius 22:34-46

 

Pengantar

Alangkah tidak menyenangkannya kalau ada orang-orang yang mencari-cari kesalahan kita, mungkin kita menjadi tidak senang bahkan menjadi marah kepadanya. Namun bagaimana dengan sikap Tuhan Yesus yang senantiasa dicari-cari kesalahanNya oleh orang-orang yang tidak menyukai kehadiranNya. Orang-orang Farisi, orang-orang Saduki, Imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua Yahudi inilah yang tidak menyukai kehadiranNya. Untuk mewujudkan ketidak-sukaan mereka terhadap Yesus maka dicarilah jalan untuk menjatuhkan Yesus dengan cara yang baik, yaitu memberi pertanyaan yang sulit untuk di jawab. Apa tanggapan Yesus terhadap hal ini?

Pemahaman
Ay 34,          Apa yang menjadi kegelisahan orang-orang Farisi terhadap kehadiran
Yesus?
Ay 35-36,   Apa yang dilakukan oleh ahli Taurat terhadap Yesus?
Ay 37-40,   Apa isi jawaban Tuhan Yesus terhadap pertanyaan dari ahli Taurat?
Ay 41- 42,  Apa yang Tuhan Yesus tanyakan kepada orang-orang Farisi?
Ay 43-46,   Apa yang ingin Tuhan Yesus jelaskan kepada orang-orang Farisi?

 

Orang-orang Saduki telah memberikan pertanyaan kepada Tuhan Yesus berkaitan dengan kebangkitan orang (ay 23-33) dimana mereka tidak mempercayai adanya kebangkitan orang mati, dan Tuhan Yesus dapat menjawab dengan pertanyaan itu dengan baik dan membuat orang banyak semakin takjub akan pengajaranNya serta orang Saduki menjadi bungkam.

Ketika orang Farisi mendengar bahwa orang Saduki yang bertanya dengan Tuhan Yesus menjadi bungkam atas jawaban Yesus, maka orang Farisi mengatur strategi untuk mencobai Tuhan Yesus. Kali ini menggunakan ahli Taurat untuk bertanya tentang hukum-hukum yang ada di Israel, yang menurut ahli Taurat banyak sekali hukum-hukum yang sudah ada. Maka mereka bertanya hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?

Jawaban Yesus sangat sederhana sekali:  Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu serta kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Jawaban ini telah membungkamkan ahli Taurat dan orang Farisi, karena hukum ini seringkali mereka dengarkan namun tidak dilakukan dalam hidup mereka.

Dalam bagian selanjutnya (ayat 41-42) Yesus justru yang bertanya kepada mereka tentang Mesias. Mereka menjawab bahwa Mesias adalah anak Daud. Yesus menyambung lagi pertanyaannya: Bagaimanakah mungkin Daud menyebut Dia itu Tuannya? Dan Bagaimanakah mungkin kalau Mesias itu anaknya (anaknya Daud) pula?

Bagian ini sebenarnya Tuhan Yesus ingin membukaan mata hati mereka bahwa Mesias itu bukan hanya Manusia secara jasmani (anak Daud) tapi Mesias juga Tuhan (Tuannya). Hal inilah yang sangat sulit diterima oleh mereka semua dan mereka bertambah tidak menyukai Yesus yang selalu menyatakan BapaNya di surga.

Refleksi
Renungkan sejenak: apakah anda sedang mengasihi Tuhan Yesus atau diri anda sendiri? Seringkalikah anda mengasihi sesamamu?

Tekad
Ya Tuhan Yesus, ajarlah saya untuk terus mengasihiMu dengan segenap hati, jiwa, kekuatan dan akal budi kami, agar kami semakin dekat denganMu. Dan ajarilah kami mempedulikan sesama kami. Amin.

Tindakan
Hari ini, saya mau Mengasihi Tuhan dengan cara mendekatkan diri kepadaNya melalui saat teduh dan berdoa, dan mengasihi sesama dengan cara berbuat baik kepada sesama.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«