suplemenGKI.com

MINGGU, 26 MEI 2013

25/05/2013

AMSAL 8

“MENCARI HIKMAT? CARI TUHAN DULU!”

 

PENGANTAR
Ada sebuah istilah yang dipopulerkan oleh kaum intelektual yaitu “KITA DAPAT MEMPEROLEH INFORMASI DENGAN TEKNOLOGI TETAPI HIKMAT DATANG DARI ATAS.” Istilah ini merupakan sebuah pengakuan secara umum bahwa sepandai-pandainya orang, mereka tetap membutuhkan yang namanya hikmat. Manusia tidak cukup hidup hanya dengan teknologi. Teknologi tanpa hikmat akan menghantar pada kehancuran hidup manusia itu sendiri.

PEMAHAMAN 
Apakah yang Anda pahami tentang apa itu hikmat?
Apakah sama dengan kepandaian atau kecerdasan?
Apa pentingnya orang harus hidup dengan memiliki hikmat?

Pada umumnya arti kata “hikmat” adalah kemampuan menggunakan pengetahuan dengan cara yang benar untuk menghasilkan sesuatu secara tepat. Kitab Amsal menyatakan bahwa hikmat yang benar hanya berasal dari Allah (Amsal 2:6; 5:1) dan hanya Allah sumber hikmat sejati. Hikmat sangat erat kaitannya dengan Tuhan karena setiap orang yang ingin memiliki hikmat, harus memulainya dengan takut akan Tuhan (9:10).

Orang yang berhikmat tidak sama dengan orang yang pintar. Orang yang berhikmat adalah orang yang bisa menggunakan kepintarannya di waktu yang tepat dengan cara yang tepat karena ia hidup takut akan Tuhan, mencari Tuhan dan berjalan dalam kehendak Tuhan. Sebaliknya, orang yang pandai belum tentu berhikmat. Kalau kepandaiannya itu disalahgunakan, maka ia akan jadi orang yang berbahaya. Hikmat menurut kitab Amsal memiliki arti yang lebih dan nilai kebenarannya yang mutlak karena sumber hikmat adalah Allah sendiri (Amsal 2:6, Daniel 2:20 b).

Pada perikop kita, panggilan hikmat disertai dengan pemberitahuan tentang dampak positif yang akan diterima orang yang menghiraukannya. Hikmat memanggil setiap orang agar hidup dalam kebenaran dan jauh dari kejahatan (ay. 13). Hikmat menawarkan hidup yang berkualitas (ay. 18). Hikmat menawarkan kecerdasan dan pengetahuan untuk menjalani hidup (ay. 9-10, 12), serta kemampuan memanfaatkannya dalam memimpin dan mengelola dunia ini (ay. 14-16). Orang yang bersedia dipimpin oleh hikmat yang berasal dari Tuhan akan sukses (ay. 14-21). Oleh karena itu, hikmat berkaitan dengan takut akan Tuhan karena orang yang takut akan Tuhan adalah orang yang memiliki kemampuan untuk bertindak secara tepat dan benar melalui pola hidup yang baik.

REFLEKSI
Renungkanlah: Dalam pengalaman apa Anda menyimpulkan bahwa Anda telah lebih mengikuti hikmat manusia yang terbatas daripada mengikuti hikmat yang dari Tuhan.

TEKADKU
Tuhan Sumber Hikmat, beri kepekaan padaku untuk bisa membedakan antara hikmat manusia dan hikmat yang berasal dariMu. Aku tidak mau terjerumus dalam hikmat manusia yang mencelakakan, aku percaya segala yang baik akan datang ketika aku mencari hikmat Tuhan. Amin.

TINDAKANKU
Memperbanyak waktu untuk membaca Alkitab supaya aku lebih mengerti hikmat Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»