suplemenGKI.com

SEMAKIN MENGENAL SANG TERANG

Yohanes 9:13-41

 

PENGANTAR
Seperti renungan kemarin bahwa ketika berada dalam sebuah ruangan atau keadaan yang gelap, setiap orang pasti membutuhkan terang.  Yang pasti Sang Terang itu selalu ada dekat dengan diri kita dan selalu siaga memberi terang.  Tetapi, dalam kegelapan seringkali kita lupa pada Sang Sumber Terang atau tidak mengenalnya denganbaik.  Mari kita pelajari lebih lanjut bagian ini.

PEMAHAMAN

  • Ayat 11-33: Bagaimana peningkatan pengenalan orang buta sejak lahir itu terhadap Sang Sumber Terang?
  • Ayat 35: Apa yang Yesus lakukan?
  • Ayat 38-41: Bagaimana respon orang yang buta sejak lahir itu?
  • Bagaimanakah pengenalan kita kepada Sang Sumber Terang?  Apakah bertumbuh?

Kemarin kita telah merenungkan bahwa orang yang buta sejak lahir itu taat pada perkataan-Nya.  Setelah mengalami kuasa-Nya, bagaimana pengenalannya terhadap Sang Terang?  Menarik sekali melihat perkembangan pengenalan orang buta tentang Tuhan Yesus.  Ketika tetangga-tetangganya bertanya bagaimana ia menjadi celik, ia hanyamengenal nama Yesus (ayat 11) dan tidak tahu di mana Yesus berada (ayat 12).  Namun, saat ia diperiksa pemimpin-pemimpin agama, ia menjadi sadar bahwa Yesus bukanlah manusia biasa. Orang buta ini menyadari bahwa Yesus adalah seorang nabi (ayat 17). Ketika ia diperiksa untuk kedua kalinya, pengenalannya akan Yesus semakin meningkat.  Orang buta itu menyatakan bahwa Yesus bukan orang berdosa (ayat 25), bahkan menegaskan Yesus datang dari Allah (ayat 33).

Pernyataan orang buta itu membuat pemimpin-pemimpin agama marah dan mengusirnya (ayat 34).  Dalam keadaan seperti itu Yesus mencarinya, Dia menyatakan diri kepadanya dan mengundang untuk percaya kepada-Nya(ayat 35).  Orang buta ini percaya kepada Yesus dan menerima-Nya sebagai Tuhan (ayat 38).  Respon yang baik, orang yang tadinya buta itu tidak hanya percaya, namun juga menyembah Yesus.  Dia tidak mempedulikan para pemimpin agama, bahkan di depan mereka dia menyembah Yesus (ayat 41).  Tentuperbuatan ini mengejutkan pemimpin-pemimpin agama. Hal itu menunjukkan bahwa orang buta itu menyadari Yesus adalah Mesias, Anak Allah, sehingga ia tidak segan-segan untuk menyembah-Nya.

Pengenalan orang buta ini akan Yesus berkembang karena tekanan pihak-pihak yang ingin menganiaya Tuhan Yesus.  Melalui interogasi yang berusaha memojokkan dirinya dan juga menjerat Tuhan Yesus.  Pengalaman itu justru membuat orang buta ini semakin mengenal Yesus.  Dengan kata lain, kesulitan hidup yang dialami membawanya kepada pengenalan secara pribadi akan Yesus.

REFLEKSI
Mari merenungkan, melalui keadaan suka dan duka sekalipun seharusnya membuat pengenalan kita akan Dia semakin bertumbuh.

TEKADKU
Tuhan tolonglah agar bukan hanya dalam suka aku mengenal Engkau baik, tetapi dalam duka pun aku semakin mengenal kebaikan-Mu.

TINDAKANKU
Justru dalam keadaan tidak seperti yang aku inginkan, aku belajar mengenal-Mu lebih dalam.  Agar pengenalanku akan Engkau bertumbuh seperti yang Engkau inginkan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«