suplemenGKI.com

Minggu, 26 Juni 2016

25/06/2016

MENGIKUT YESUS: MEMILIH YANG UTAMA

Lukas 9:57-62

 

PENGANTAR
Hidup ini penuh pilihan.  Godaan dan tawaran dunia tidak jarang menjadi sebuah daya tarik yang menjauhkan murid Kristus dari prioritas utama untuk tetap taat dan setia kepada-Nya.  Kita akan belajar bagaimana Yesus mengajar para murid agar tetap memiliki prioritas utama.

PEMAHAMAN

Ayat 57-58, 61-62 : Apa makna perkataan Yesus kepada seseorang yang datang?

Ayat 59-60                : Apa yang Tuhan ajarkan kepada murid yang dipanggil-Nya?

Sebagai murid Yesus, apakah saudara masih memiliki tekad untuk memilih yang utama?

Penulis Injil Lukas menempatkan orang-orang yang mau mengikut Yesus dalam konteks perjalanan menuju Yerusalem, tempat di mana Dia akan mengalami kesengsaraan.  Motif mereka mengikut Yesus karena sudah mendengar ketenaran dan kehebatan-Nya.  Ada tiga tipe orang yang hendak mengikuti Yesus, tampak dari perkataan saat berhadapan dengan-Nya: Pertama, Ada seorang datang menyatakan hendak menjadi murid-Nya dengan berkata “Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi” (ay.57).  Dia berkata “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya” (ay.58).  Jawaban Yesus ini bukan berarti Dia tidak mempunyai tempat tinggal atau sekadar tempat istirahat.  Jawaban ini menyadarkan pengikut-Nya akan adanya konsekuensi mengikut Yesus, yaitu tidak (pertama-tama) untuk mendapat kenyamanan dan fasilitas seperti yang diinginkannya tetapi justru bisa jadi mengalami ketidakamanan dan ketidaknyamanan.

Kedua, Yesus memanggil seseorang menjadi pengikut-Nya “Ikutlah Aku!” Jawabnya “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku” (ay.59).  Tetapi Yesus berkata “Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.”tetapi jawabnya” (ay.60).  Mungkin ada yang berpikir: ucapan Yesus ini sangat keras, seorang anak yang mau berbakti menguburkan orang tuanya saja tidak boleh?  Bukankah itu sesuai dengan adat istiadat Yahudi?  Adat istiadat di Timur Tengah mewajibkan seorang anak taat orangtuanya, wajib memelihara dan menjaganya hingga masuk liang lahat.  Sesudah orangtuanya meninggal, barulah ia bebas menentukan kehidupannya.  Pergi jauh meninggalkan orangtua adalah perbuatan hina dan terlarang.  Lalu, apakah itu berarti tidak bisa menguburkan sama sekali orangtuanya yang meninggal demi bisa mengikut Yesus?  Mengikut Yesus tidak berarti memutus hubungan sama sekali dengan orangtua, tetapi seharusnya tidak lagi terikat pada adat istiadat sehingga menghalangi yang utama dalam perjalanan bersama-Nya.  Ketiga, Ada seorang datang “Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku” (ay.61).  Jawab-Nya “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah” (ay.62).  Tuhan Yesus mengajarkan untuk fokus ke depan.  Mengikut Yesus membuat orang harus berani memutus hubungan dengan warisan masa lalu, luka-luka, kenangan di masa lampau, dll yang menjadi penghalang perjalanan bersama-Nya.

REFLEKSI
Mengikut Yesus berarti harus siap memilah dan memilih mana yang utama dalam hidup.

TEKADKU
Tuhan tolonglah ketika diperhadapkan pada pilihan aku mampu memilih yang utama.

TINDAKANKU
Hari ini aku belajar memilih yang utama, sebagai tekadku mengutamakan Engkau.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«