suplemenGKI.com

Matius 10:40-42

Kristus Hadir Melalui Setiap Orang Yang Datang Dalam Namanya 

Waktu saya masih mahasiswa Theologia dan melayani di sebuah gereja di suatu kecamatan. Oleh gereja tempat saya pelayanan, saya diberi kepercayaan untuk menyampaikan khotbah pada perayaan Natal oikumene di kecamatan tersebut. Beberapa waktu sebelum hari pelaksanaan natal oikumene itu nama saya sudah dikirim ke panitia natal. Pada hari pelaksanaan, saya sudah tiba di gedung satu jam sebelum acara dimulai. Tetapi sebagian panitia merasa cemas karena mereka beranggapan bahwa gereja yang kebagian menyampaikan firman Tuhan belum datang. Mareka tidak tahu jika saya yang diutus.  Mungkin karena penampilan saya kurang meyakikan saat itu, sehingga mereka masih menantikan utusan yang lain dari gereja kami, tetapi setelah saya mengatakan bahwa saya yang diutus untuk melayani firman, baru mereka lega dan tidak cemas lagi. Matius 10:40-42, Yesus berbicara tentang hal menyamhut muridNya itu berarti juga menyambut Dia.

Pertanyaan-pertanyaan penuntun:

  1. Apa yang menjadi alasan pernyataan Yesus “Barangsiapa menyambut kamu ia menyambut Aku dalam ay. 40-41?
  2. Apa yang ingin disampaikan Yesus bagi orang yang dengan rela menerima, mendukung dan mempedulikan para utusan Tuhan?
  3. Sudahkah kita menyadari bahwa menyambut orang yang melayani sesederhana apapun berarti kita menyambut kebenaran dari Tuhan?

Renungan:

Nabi dan orang benar secara umum adalah identik, walaupun ada nabi-nabi paslu. Pernyataan Yesus pada bagian ini, berbicara tentang nabi berarti terkait dengan orang benar yang menjalankan karya utusan Tuhan sesuai dengan kehendak Tuhan. Itu berarti nabi yang diutus akan konsisten menyampaikan dan mempertahankan kebenaran Tuhan yang dipercayakan padanya. Itu sebabnya seorang yang diutus untuk menyampaikan kebenaran Tuhan, dia tidak perlu kuatir dalam menghadapi penolakan atau perlawanan, sebab penolakan atau perlawanan itu bukan kepada dirinya tetapi kepada Tuhan yang mengutusnya. Bagaimana dengan orang yang menyambut utusan Tuhan? Harus melihat pada Tuhan yang mengutus mereka, sehingga penyambutan itu akan bernilai sebagai kesempatan untuk menunjang dan mengambil bagian dalam karya Tuhan. Melalui pengertian itu kita belajar menyambut setiap utusan Tuhan itu dengan sukacita, kerelaan dan ketulusan. Yesus mengatakan pada ay. 42, “Barangsiapa memberikan air sejuk secangkir saja pun…Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya”  Penyambutan dalam bentuk yang paling sederhana sajapun itu sudah menunjukkan penyambutan kepada Tuhan. Dan janjinya, dia tidak akan sampai kekurangan, tidak sampai kehabisan bahkan akan berlimpah dengan sukacita. Hal lain, menyambut utusan Tuhan juga berarti: meresponi kebenaran yang disampaikannya. Inilah yang paling utama, karena ketika kita meresponi kebenaran yang disampaikan berarti kita tidak terjebak untuk membedakan siapa yang menyampaikan kebenaran itu, fokus kita bukan pada orang tetapi pada sumber kebenaran yang disampaikan yaitu Tuhan. Marilah kita menyambut Tuhan dan kebenaranNya dengan tidak melihat siapa utusan itu, maka kita akan bertumbuh dalam pengetahuan dan pengenalan akan Tuhan yang adalah sumber kebenaran sejati. Itu berarti kita telah menyambut Tuhan dengan benar. 

Menyambut Tuhan melalui utusanNya berarti mengambil bagian dalam karya dan kebenaran Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*