suplemenGKI.com

Minggu, 26 Juli 2015

25/07/2015

Kuasa dan Kasih Allah di Tengah Badai

Yohanes 6:16-21

Pengantar

Sama seperti kemarin, hari ini kita juga akan merenungkan kuasa dan kasih Allah. Akan tetapi berbeda dengan kemarin, di mana kuasa dan kasih Allah itu dinyatakan kepada ribuan orang, kali ini pernyataan itu hanya ditujukan secara khusus kepada dua belas orang murid-Nya. Pelajaran apa yang dapat kita peroleh dari kisah ini? Marilah kita renungkan bersama.

Pemahaman

- Ayat 16-19   : Bagaimanakah keadaan para murid pada waktu itu? Pernahkah Saudara berada dalam situasi yang demikian?

- Ayat 20-21   : Mujizat apa yang dilakukan Allah terhadap para murid-Nya yang sedang dalam situasi menakutkan itu?

Sementara orang banyak yang sudah kenyang itu kembali ke rumah masing-masing lewat darat, malam itu para murid kembali ke Kapernaum dengan perahu tanpa Kristus. Sebab Kristus mengasingkan diri ke gunung seorang diri (ay. 15). Danau Galilea yang harus mereka lalui itu adalah danau yang tidak asing bagi para murid, sebab sebagian besar dari mereka memang tinggal di tepi danau itu, bahkan sering mencari ikan pada malam hari di danau tersebut. Karena itu, mendayung perahu menyeberangi danau Galilea pada malam hari bukanlah suatu hal yang asing. Mereka tidak takut karena sudah terbiasa, termasuk dengan anomali alam yang memang sering terjadi. Akan tetapi kali ini mereka menghadapi situasi yang sangat menakutkan. Laut bergelora karena angin kencang (ay. 18). Kalau kita membandingkan dengan catatan dari Injil lainnya, kita akan mengetahui bahwa pengalaman mereka berperahu di danau itu selama bertahun-tahun nampaknya tidak banyak membantu untuk menghadapi badai ini. Dalam situasi yang demikian inilah Kristus hadir dengan karya dan kasih-Nya.

Kristus berjalan di atas air mendatangi mereka. Ini tidak terjadi pada saat air tenang. Ini terjadi pada saat air bergelombang. Kristus tidak sedang bermain ski atau surfing, sehingga meliak liuk menunggangi gelombang, tetapi Kristus sedang berjalan. Ia tidak tergoyahkan oleh gelora danau itu, pun oleh angin kencang itu. Sungguh luar biasa!!!  Selanjutnya, Kristus dengan mudah dapat masuk ke dalam perahu para murid, dan…… seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui (ay. 21). Bukankah ini suatu mujizat yang luar biasa?

Refleksi

Sesungguhnya, Allah tidak pernah meninggalkan kita. Sekalipun Dia kadang mengijinkan perahu kehidupan kita terombang-ambing dihempas badai kehidupan yang menggelora, semua itu bukan bukti bahwa Dia sedang meninggalkan kita. Justru dalam badai seperti itulah kita dapat melihat karya dan kasih-Nya yang luar biasa.

Tekad

Doa: Tuhan, tolonglah saya untuk tetap mempercayakan diri dalam genggaman tangan kasih dan kuasa-Mu. Amin.

Tindakan

Hari ini saya akan menghafalkan Yohanes 6:20, untuk memperteguh keyakinan saya akan kasih dan kuasa Allah terhadap saya

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«