suplemenGKI.com

Matius 4:18-22

“HIDUP DENGAN STANDAR PENILAIAN TUHAN”

PENGANTAR

Kita akan memberikan perhatian pada peristiwa pemanggilan para murid untuk ambil bagian dalam pewartaan Kerajaan Allah. Dan peristiwa ini terjadi di Galilea, setelah Yesus sebelumnya menyingkir dari Nazaret. Disinilah pelayanan Tuhan Yesus dimulai.

PEMAHAMAN

  1. Siapa-siapa saja yang Tuhan panggil menjadi murid-muridNya? Apakah latar belakang pekerjaan mereka?
  2. Nelayan adalah pekerjaan yang umum dilakukan bagi orang-orang Galilea, bukan sesuatu yang bisa dianggap istimewa. Dengan panggilan yang Yesus tujukan kepada mereka, apa yang bisa Anda lihat dari cara dan penilaian Tuhan Yesus terhadap seseorang?
  3. Bagaimana dengan respons orang-orang yang dipanggilNya? Apa yang bisa Anda teladani dari respons mereka terhadap panggilan Tuhan?

Dengan dipanggil dan dijadikannya Andreas, Petrus, Yohanes, dan Yakobus yang berasal dari kalangan bawah dan yang dipandang remeh oleh masyarakat Yahudi zaman itu dan bukan memilih Kayafas yang adalah ahli Taurat, hendaklah selalu membuat kita sadar dan terus mengingat bahwa panggilan melayani adalah sebuah anugerah (kasih karunia) atas kita orang-orang yang telah dilayakkan oleh Tuhan Yesus.

Cara Tuhan memilih dan memanggil orang-orang yang hendak dijadikan sebagai rekan pelayananNya itu tidak sama dengan apa yang manusia pikirkan, bahkan bertentangan. Apa yang kita anggap penting ternyata tidak selalu penting buat Tuhan Yesus, dan apa yang Tuhan anggap penting, celakanya malah itu kadang menjadi tidak penting bagi kita. Standar hidup kita tercemari dengan standar yang dunia tetapkan. Hendaklah kita meneladani Kristus dan merubah konsep kita yang salah dengan demikian kita tidak salah menilai orang lain, dan terlebih juga tidak salah menilai diri sendiri, mengejar apa yang tidak perlu hingga mengabaikan apa yang paling esensial dalam hidup ini, yakni penilaian Tuhan, perkenanan Tuhan, bukan penilaian dan perkenanan manusia yang standarnya pun rancu. Itulah cara yang paling tepat menjalani hidup dalam kerangka penghayatan kasih karunia.

REFLEKSI

Mengingat siapa kita dan juga bacaan hari ini, apakah sampai dengan saat ini Anda masih menghayati bahwa panggilan untuk melayani Tuhan itu adalah sebuah anugerah?

Dengan kerangka penghayatan bahwa hidup kita ini adalah kasih karunia, usaha-usaha apa  yang Anda lakukan untuk menunjukkan bahwa Anda sungguh-sungguh menyelaraskan diri dengan kehendak dan penilaian Tuhan?

 

TEKADKU

Tuhan, terima kasih untuk kasih dan penerimaanMu terhadap aku yang berdosa ini. Biarlah semua kasih karunia yang telah kuterima ini membuatku hidup hanya untuk kebanggaan, kesenangan dan kehormatanMu, bukan untuk segala sesuatu yang lain di dunia ini.

TINDAKANKU

  • Menguatkan seseorang yang sedang merasa hidupnya tidak berharga lagi.
  • Mengingatkan seseorang yang terlalu mengejar apa yang dipandangnya sangat berharga dalam dunia ini hingga mengabaikan Tuhan dalam hidupnya.
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«