suplemenGKI.com

Lukas 2:41-52

HIDUP SEBAGAI KELUARGA ALLAH

 

Pengantar
Apabila kita mengikuti secara rutin berita-berita yang beredar di media sosial ada banyak hal terkait kehidupan keluarga yang sangat memprihatinkan. Bukan hanya banyaknya kasus perceraian di lingkungan pasangan atau keluarga Kristen, tetapi juga kasus kekerasan dalam keluarga kristen, kasus permusuhan atau sengketa dalam keluarga Kristen dan masih banyak lagi hal lainnya. Kenyataan ini tentu menimbulkan banyak sekali pertanyaan, salah satunya adalah bagaimana kehidupan religiusitas dan spiritualitas keluarga Kristen saat ini?

Pemahaman
Ayat 41 – 42        Hal apakah yang diajarkan Yusuf dan Maria kepada Yesus ?
Ayat 43 – 51        Apa yang terjadi dengan Yesus di Yerusalem ?
Ayat 52                 Bagaimanakah keadaan Yesus saat bertambah usia-Nya ?

Dalam kehidupan bangsa Israel, keluarga selalu mendapat tempat terpenting dalam pembentukan kepribadian seseorang. Bagaimana masa depan sebuah bangsa, ditentukan oleh keluarga-keluarga. Ulangan pasal 6 memperlihatkan bagaimana Allah juga menempatkan keluarga sebagai komponen penting dalam hidup religiusitas dan spiritualitas umatnya. Itulah sebabnya membangun kehidupan religiusitas dan spiritualitas sangat penting.

Yusuf dan Maria memperlihatkan bagaimana mereka menempatkan kehidupan religiusitas dan spiritualitas sangat penting bagi keluarga. Setiap tahun mereka merayakan Paskah di Yerusalem (ayat 41). Mereka juga mengajak Yesus untuk ikut serta dalam perayaan itu (ayat 42). Yang menarik adalah ketertarikan Yesus untuk tetap berada di Bait Allah berdisukusi tentang hal-hal yang menyangkut Taurat dengan para rabi Yahudi sampai orangtuanya bingung mencari diri-Nya.

Teks bacaan memperlihatkan bahwa Yusuf dan Maria telah menanamkan kepada Yesus nilai-nilai religiusitas dan spiritualitas. Hal ini membuat Yesus tumbuh menjadi seorang anak yang mencintai Allah dan mencintai printah-perintah-Nya. Yesus tidak hanya sekadar menjadi seorang Yahudi yang taat akan kehidupan keagamaan-Nya tetapi juga bersedia terus belajar tentang Taurat. Itulah sebabnya dikatakan pada ayat ke-52 bahwa Yesus saat bertambah usia semakin bertambah pula hikmat-Nya hingga DIA makin dikasihi Allah dan manusia.

Yusuf, Maria dan Yesus merupakan teladan keluarga Allah. Mereka memperlihatkan bagaimana seharusnya keluarga yang bersumber dan berpusat pada Allah. Banyak keluarga Kristen saat ini mengalami kesulitan dalam menerapkan nilai-nilai kehidupan religiusitas dan spiritualitas. Banyak keluarga Kristen yang masih hidup tidak bersumber dan berpusat pada Allah. Akibatnya banyak sekali persoalan yang muncul di sekitar keluarga-keluarga Kristen.

Refleksi
Hari ini umat diingatkan untuk membangun nilai-nilai religiusitas dan spiritualitas dalam keluarga. Seorang Ayah, ibu dan anak-anaknya diajak untuk tidak hanya sekedar rajin pergi beribadah, namun juga bersama tekun dalam doa, bersama belajar tentang firman Allah, bersama membangun hubungan yang baik dalam keluarga, bersama-sama memiliki kepedulian terhadap sesama, hidup mengasihi orang lain dan lain sebagainya.

Tekadku
Ya Allah, mampukan kami menjadi satu keluarga yang bersumber dan berpusat pada-Mu. Jangan biarkan kami hanya sibuk dengan hal-hal duniawi. Namun tolong kami agar dapat menanamkan nilai-nilai religiusitas dan spiritulaitas dalam kehidupan keluarga kami.

Tindakanku
Menetapkan bersama waktu ibadah keluarga, doa keluarga, PA keluarga dan berkomitmen hidup saling mengasihi dalam keluarga. Berkomitmen juga untuk mengasihi sesama di persekutuan, tetangga sekitar tempat tinggal, di tempat usaha atau tempat bekerja, di sekolah dan di mana saja.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«