suplemenGKI.com

Yohanes 10:11-18.

 

Perbedaan Gembala Yang Baik Dan Gembala Yang Jahat (2)

Pengantar:
Jika anda adalah seorang yang senang wisata traveling, anda akan sangat menikmati setiap kali melakukan perjalanan wisata tersebut. Tetapi bagaimana jadinya jika perjalanan wisata anda itu dipandu oleh pemandu wisata yang tidak mengerti sama sekali bagaimana pemandu rombongan wisatawan. Bukan hanya itu, dia bahkan tidak beretika dalam menjalankan tugasnya. Sekalipun anda adalah orang yang hobby wisata traveling, namun ketika anda dikecewakan oleh pemandu yang demikian, maka anda akan sangat kecewa dan berpikir seribu kali jika ingin bewisata traveling kembali dengan pemandu tersebut, anda trauma dengan pengalaman tidak menyenangkan itu.

Pemahaman:

  1. Apakah anda merasakan indah dan mengesankan berjalan bersama gembala yang baik ?
  2. Mengapa anda tetap masih bersemangat berjalan bersama gembala yg baik, bagaimana dengan gembala yang tidak baik?
  3. Apa maksud pernyataan Yesus dalam ayat 17-18?

Pernyataan Tuhan Yesus bahwa Ia adalah gembala yang baik yang memberikan nyawa-Nya bagi domba-2Nya, mengisyaratkan tentang totalitas pengorbanan-Nya bagi manusia yang percaya kepada-Nya. Apa yang Dia berikan bagi domba-2Nya tidak diperhitungkan sedikitpun dari sisi untung-rugi. Sedangkan gembala yang jahat, ia akan dengan cepat memperhitungkan untung-rugi ketika melakukan tugasnya sebagai gembala. Bahkan dia akan meninggalkan domba-2 sendirian ketika ada serangan atau kesusahan dialami oleh domba-2. Mungkin ia akan bertahan dan sedikit berjuang untuk domba-2 itu, jika upahnya ditambah. Yesus sebagai gembala yang baik, bukan saja rela berkorban secara totalitas, tetapi juga mengenal domba-2Nya dalam arti mengenal apa yang menjadi kebutuhan domba-2Nya. Berbeda dengan gembala yang jahat, ia bukan saja tidak rela berkorban, tetapi juga tidak mengenal kebutuhan, kesulitan dan keinginan para dombanya.

Gembala yang baik, ketika mendengar ada kawanan domba lain yang terlantar, tidak dibiarkan-Nya, melainkan dipanggil untuk bergabung dan menikmati kelimpahan yang sama seperti domba-2 yang sudah ada pada-Nya. Sebuah sikap kemurahan yang tidak hanya sebatas yang dikenal-Nya, tetapi yang masih jauhpun dirangkulnya.

Kelimpahan kasih Yesus itu memungkinkan-Nya membagikan kasih yang melimpah juga bagi domba-domba di luar kumpulan domba milik-Nya. Jika ada domba yang tersesat, Tuhan Yesus bertanggungjawab untuk menghimpun dan melindunginya dari bahaya apapun.

Refleksi:
Pernahkah saudara bayangkan, bagaimana keadaan kita jika gembalanya bukan Tuhan Yesus? Kita akan binasa tanpa ada yang membela.

Tekat:
Tuhan, aku sangat bersyukur karena Engkau berkenan menjadi gembala bagiku.

Tindakan:
Mengikuti gembala baik tidak akan mengecewakan, mari kita semua menjadikan Yesus sebagai gembala kita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«