suplemenGKI.com

Yohanes 6:56-69.

 

Pilihan Yang Benar Membawa Pada Hidup Yang Kekal.

 

The Golden Gate Bridge adalah sebuah jembantan gantug di Teluk San Francisco. Jembatan itu menghubungkan kota San Francisco, di Semenanjung San Francisco ke Kabupaten Marin, California. Jembatan ini di rancang oleh seorang insinyur: Joseph Strauss. Jembatan yang memiliki panjang 2.727 m dan lebar 27 m, ketinggian 230 m di atas permukaan laut, dan terdapat dua menara dengan tinggi masing-2 227 m. Jembatan ini dibangun dalam waktu 4 tahun. Keunikan The Golden Gate Bridge adalah warnanya yang merupakan perpaduan antara warna merah dan jingga, sehingga dijuluki “Oranye Internasional” The Golden Gate Bridge Pertama kali dibuka untuk umum pada 27 Mei 1937. Sejak  itulah dunia memiliki jembatan dengan suspensi terpanjang di dunia. The Golden gate Bridge sangat dikagumi oleh dunia, karena keindahan, kemegahan dan keunikannya. Pada 27 Mei 2012, The Golden Gate Bridge berulang tahun yg ke 75. Namun sayangnya, jembatan termegah di dunia ini juga memiliki sejarah mengerikan, karena menjadi lokasi untuk bunuh diri yang sangat populer dan terfaforit di dunia. Diperkirakan sejak dibukanya jembatan ini sampai pada hari ulang tahunnya yg ke 75 pada tanggal 27 Mei 2012 lalu, sudah tercatat sebanyak  1.600 kasus orang tewas akibat bunuh diri dengan cara terjun dari atas jembatan ini. Diperkirakan rata-rata setiap dua minggu ada satu orang melakukan bunuh diri di jembatan ini. Dari penelitian yang dilakukan oleh otorita San Fransisco dan The golden gate bridge, mereka yang bunuh diri di sana karena prustrasi, stress dan putus asa. Ketika mengalami kondisi demikian maka mereka memilih bunuh diri di golden gate.

 

Pertanyaan-pertanyaan penuntun:

  1. Apa yang menjadi kerangka inti dari Injil Yohanes 6:56-69 ini?
  2. Apa yang Yesus tekankan dengan mengumpamakan diri-Nya sebagai roti hidup?
  3. Sudahkah saudara memilih roti hidup menjadi santapan sehari-hari saudara?

 

Renungan:

            Yohanes pasal 6 memiliki satu tema besar, yaitu berbicara tentang Yesus sebagai roti hidup. Berbicara tentang diri-Nya sebagai roti hidup adalah untuk membedakan pemahaman umum tentang roti yang hanya bisa mengenyangkan kebutuhan daging saja (lih. V. 58) Yesus menyebutkan diri-Nya sebagai roti hidup sama sekali tidak mengarah pada memenuhi kebutuhan daging, tetapi sepenuhnya berbicara tentang kebutuhan rohani yang membawa kepada hidup yang kekal atau keselamatan kekal (lih. V. 54)

 Kebanyakan orang di jaman Yesus masih bingung dengan pernyataan-pernyataan Yesus tentang diri-Nya, termasuk sebagian besar murid-murid-Nya (lih. V. 60-61, 66) itu sebabnya mereka kemudian ingin mengundurkan diri. Hal itu terjadi karena mereka memahami pengajaran Yesus hanya dengan akal-pikirannya yang terbatas. Sedangkan yang Yesus maksudkan adalah bahwa diri-Nya adalah Allah yang menyelamatkan bagi setiap orang yang menerima, percaya dan mengikut Dia.

            Penggambaran Yesus mengenai diri-Nya sebagai roti hidup adalah merupakan undangan bagi setiap orang untuk datang,  percaya dan menerima Dia kemudian memilih mengikut Dia sebagai Tuhan yang datang untuk menyelamatkan orang berdosa yang percaya kepada-Nya (lih. V. 33-35) Bagi mereka yang percaya akan selamat tetapi bagi mereka yang tidak percaya akan binasa. Itulah sebabnya ketika Yesus bertanya kepada Petrus “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” dan jawaban Simon Petrus yang mengatakan “Tuhan kepada siapakah kami akan pergi?” yang mengandung makna, bahwa tidak ada pilihan lain selain memilih pergi kepada Yesus. Hal itu dibuktikan dengan  pengakuannya bahwa perkataan Yesus adalah perkataan hidup yang kekal (lih. V. 68-69). Itu menunjukkan bahwa unsur percaya atau iman murid-murid kepada Yesus telah mendorong mereka untuk memilih datang kepada Yesus. Pilihan itu lah yang menunjukkan bahwa mereka memilih pilihan yang benar yang membawa pada hidup yang kekal atau keselamatan kekal. Bagaimana dengan kita, apakah kita telah memilih roti hidup yang pasti membawa kita pada kehidupan yang kelak? Tuhan memberkati kita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«