suplemenGKI.com

Markus 10:46-52

IMAN DASAR SEGALA HARAPAN

 

PENGANTAR
Setiap orang pasti memiliki harapan.  Dan untuk mewujudkan harapan pasti ada usaha yang dilakukan.  Pertanyaan bagi kita sebagai orang percaya: apakah dalam usaha mewujudkan segala harapan, mendasarinya dengan iman yang sungguh kepada Tuhan Yesus, Sang Perancang Masa Depan?  Mari belajar dari Bartimeus.

PEMAHAMAN

Ayat 46: Bagaimana keadaan Bartimeus?

Ayat 47-48: Bagaimana Bartimeus mewujudkan harapannya?  Adakah tantangan yang dihadapi?  Apa dasar usaha Bartimeus untuk mewujudkan harapannya?

Apakah kita masih punya harapan?  Bagaimana kita mengusahakannya?

Setelah berangkat dari Yudea (Mark 10:1) Tuhan Yesus bersama murid-murid-Nya tiba di Yerikho.  Ketika hendak meninggalkan kota Yerikho, banyak orang berbondong-bondong mengikuti-Nya.  Dalam perjalanan yang ramai itu ada seorang yang bernama Bartimeus, berseru memanggil Yesus.  Bartimeus adalah anak Timeus, dia buta, biasa duduk di pinggir jalan untuk meminta belas kasihan orang yang lewat.  Ternyata Bartimeus bukanorang yang putus asa dan malas, yang tidak mau bangkit dari keadaan.  Justru Bartimeus berkemauan keras dan mempunyai keyakinan suatu saat akan terbebas dari penderitaan karena buta.  Apakah harapan dan keyakinan Bartimeus berlebihan?  Secara kasat mata mustahil.  Tetapi keraguan itu sirna ketika Yesus melintasi kota Yerikho, dalam perjalanan menuju Yerusalem.

Berita bahwa Yesus lewat di kota Yerikho membuat hati Bartimeus tergerak untuk meminta perhatian Yesus.  Cemoohan dan hardikan orang banyak bukan penghalang bagi Bartimeus untuk terus berseru kepada Yesus. Bartimeus yakin bahwa inilah saat yang tepat baginya untuk bangkit dari ketidakberdayaan, untuk hidup normal seperti kebanyakan orang. Keyakinan dan usaha kerasnya untuk mewujudkan harapan tidak sia-sia. Dia berseru memanggil Yesus dengan sapaan “Anak Daud, kasihanilah aku“.  Sapaan dan keyakinan yang sungguh tepat.  Dia tahu kepada siapa dia berseru dan meletakkan harapannya.  Hal itu menggerakkan hati Yesus. Tuhan Yesus mendengar seruan yang penuh iman.  Maka, Dia memenuhi kebutuhan dan harapan Bartimeus.  Iman yang benar, yang mendasarkan segala harapan dalam diri Anak Daud, Sang Mesias yang dijanjikan Allah.  Usaha dan harapan yang didasarkan pada iman, tidak hanya membuat seseorang mampu bertahan tetapi membuatdia mengalami perkara besar dalam hidup.

REFLEKSI
Mari merenungkan kembali: sudahkah segala harapan, usaha dan permohonan yang kita sampaikan kepada Tuhan Yesusbenar-benar didasari iman yang hidup?

TEKAD
Tuhan tolonglah aku agar dalam mewujudkan segala harapan, aku mewujudkannya dengan iman yang sungguh kepada-Mu.

TINDAKAN
Aku tidak mau berhenti berharap dan berusaha yang aku dasarkan dalam doa dengan iman yang sungguh kepada-Mu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«