suplemenGKI.com

MENGIKUT YESUS

Markus 8:31-38

 

Pengantar
Keputusan penting apa yang pernah anda ambil selama anda hidup sampai saat ini? Mungkin anda mempunyai jawaban yang beragam satu dengan yang lain. Ada orang mengatakan keputusan penting yang pernah diambil antara lain adalah memilih sekolah atau Universitas, memilih tempat kerja, memilih pasangan hidup, keluarga atau pekerjaan dan sebagainya. Di antara sederetan keputusan tersebut, manakah yang paling penting? Saat ini kita akan coba melihat keputusan penting yang pernah diambil oleh murid-murid Yesus dalam mengikut-Nya. Mari kita renungkan bersama.

Pemahaman

  • Ayat 31-33            : Apa saja yang diberitahukan oleh Yesus kepada murid-murid-Nya tentang penderitaan-Nya? Bagaimana Respon murid-murid ketika mendengarnya?
  • Ayat 34-38            : Apa saja syarat-syarat yang harus dilakukan untuk mengikut Yesus?

 

Dalam ayat 31 ini tertulis pernyataan Tuhan Yesus yang menggoncangkan hati para murid-murid-Nya. Apa yang dikatakan oleh Yesus sangat berbeda dengan apa yang mereka harapkan. Ketergoncangan mereka disuarakan oleh Petrus yang berpikir bahwa Yesus sedang salah bicara, atau tidak sadar sedang berhadapan dengan siapa, atau malah mensinyalir bahwa Yesus sedang kebablasan semangat-Nya sehingga melantur. Hal yang menarik adalah, kisah ini ditempatkan oleh Markus setelah kisah “pengakuan iman Petrus” yang dengan mantap menyatakan bahwa Yesus adalah Mesias (Markus 8:29). Teguran Petrus pada berita kesengsaraan Yesus mengundang ‘kemarahan’ Tuhan Yesus sehingga Ia berkata, “Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” (Ay. 33).

Yesus juga berkata kepada orang-orang banyak dan murid-murid-Nya bahwa, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku” (Ay. 34). Menyangkal diri (Yun: Aparnesastho’) adalah bentuk imperatif (perintah atau larangan) yang berasal dari kata (Yun: ‘aparneomai’) yang berarti “membantah”. Sehingga kata ini berarti melupakan diri sendiri atau melupakan keinginan diri sendiri. Sedangkan kata memikul salib (Yun: ‘Stauros’) berarti memikul  beban/salib di pundak sendiri. Salib Kristus merupakan lambang penderitaan, kematian, kehinaan, cemoohan, penolakan serta penyangkalan diri. Apabila kita sebagai orang percaya memikul salib kita dan mengikut Yesus, maka kita harus siap untuk menyangkal diri dan mengabdikan diri kepada-Nya.

Refleksi
Renungkanlah: Makin siapkah kita atau makin gentarkah kita untuk menjalani keputusan dalam mengikut Yesus? Ingatlah bahwa menyangkal diri, pikul salib, dan mengikut Tuhan bukan tindakan yang dilakukan sekali saja.

Tekadku
Ya Tuhan, tolong saya untuk semakin teguh dalam menjalani keputusan saya dalam mengikut Engkau. Mampukan saya untuk bisa menyangkal diri, memikul salib dan tetap terus mengikut Engkau menjadi murid-Mu yang setia.

Tindakanku
Dalam masa Prapaskah ini saya akan serius melakukan penyangkalan diri untuk menghayati penderitaan Yesus yang telah berkorban untuk menebus dosa saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«