suplemenGKI.com

Lukas 2:8-20 

Kedatangan Kristus Mengubah Hidup Yang Biasa Menjadi Luar Biasa. 

            Ketika kita membaca Lukas 2:8-20 ini, kita berjumpa dengan golongan orang-orang yang secara kultural di kalangan bangsa Yahudi sangat tidak diperhitungkan, sangat tidak  dianggap dan dikelompokkan sebagai orang-orang yang tidak mampu melakukan hukum taurat sekalipun hanya dalam hal kecil. Contohnya para gembala bisa dianggap naziz karena makan tidak sempat mencuci tangan (Band. Mat 15:2 ketika orang-orang Farisi mengecam murid-murid Tuhan Yesus yang tidak membasuh tangan sebelum makan) hal itu juga dialami oleh para gembala. Belum lagi dalam hal memberikan persepuluhan, berdoa atau puasa. Untuk kalangan gembala perkara puasa adalah hal yang bisa dikatakan mustahil dapat mereka lakukan, karena sehari-hari mereka harus berjuang dengan hidup yang keras, panas, dingin.  Mungkinkah dapat berpuasa?  Dengan kondisi demikian dapatkah mereka mengubah keadaan mereka untuk menjadi berprestasi atau berubah menjadi saksi kabar baik dari Tuhan Yesus? 

  1. Apa makna keterangan di ayat. 8-9?
  2. Apa makna pernyataan Malaikat di ayat. 10-14?
  3. Apa pendapat anda tentang respon para gembala di ayat. 15?
  4. Apa pendapat anda tentang aksi yang dilakukan di ayat. 16-17?
  5. Apa yang pendapat anda tentang ayat. 20? 

Renungan:

            Kalimat di ayat. 8 Menunjukkan bahwa memang para gembala itu sudah berada di daerah itu dalam waktu yang lama, walaupun kadang kala mereka pulang ke rumahnya tetapi mereka akan segera kembali lagi, dan dengan kelompok yang sama dalam artian sengaja mengelompokkan. Berada di padang pada malam hari adalah sudah biasa bagi mereka, tidak ada yang mau peduli dengan mereka.

Ketika ada peristiwa aneh terjadi, hal itu menjadi sesuatu yang sangat memukau bagi mereka, dampaknya mereka menjadi ketakutan dan seolah-olah sebuah ancaman bagi mereka. Ketika Malaikat  menyapa “Jangan takut, sebab sesungguhnya….” (lih. Ay. 10-14) Itu adalah kalimat asing yang aneh dan sekaligus mengundang mereka untuk memikirkan secara serius. Itu ditunjukkan dalam ay. 15, mereka bukan hanya memikirkannya tetapi juga mendiskusikannya secara dalam. Hal itu menunjukkan betapa mereka sangat terkesan dan berbuah meresponi kabar dari Malaikat itu.

Keputusan mereka untuk pergi ke Betlehem itu adalah sebuah keberanian yang radikal mengingat image kebanyakan orang terhadap mereka adalah orang-orang yang tidak bisa hidup religius, kalangan rendahan. Apa yang dikisahkan mulai ayat. 16-17 merupakan perubahan yang luar biasa dari para gembala. Mengapa bisa luar biasa? Karena, pertama: Tentu tidak mudah bagi mereka untuk meninggalkan kemapanan posisi mereka di padang dan tidak mudah menyatukan kehendak sesama gembala yang sarat dengan kehidupan yang keras, apalagi mereka akan mendatangi seorang pribadi yang Kudus, berkaitan dengan kemuliaan Allah, juruselamat. Segala bahasa yang sejak lama mereka dianggap tidak pantas untuk mendengarnya apalagi untuk menyiarkannya! Tetapi ketika mereka melakukan apa yang mereka dengankan, itu adalah sebuah hal yang luar biasa. Ke dua: Apa kata orang-orang dengan apa yang mereka lakukan, terutama para ahli taurat, orang farisi-saduki yang sejak lama memandang rendah kaum gembala ini. Tetapi semua itu rupanya diabaikan oleh mereka, terbukti berita yang mereka terima dari Malaikat itu ternyata sampai juga kepada banyak orang. Hal ketiga: Ada sebuah perubahan kualitas hidup, mereka memuji dan memuliakan Tuhan. Saudara mungkin kita dianggap hanya sebagai orang biasa, tidak ada apa-apanya, atau tidak ada yang bisa diharapkan dari kita, jangan kecewa apalagi putus asa, berarti saatnya kita membuka diri untuk Kristus untuk mengubah hidup kita, selanjutnya bersiaplah untuk menjadi luar biasa di tangan Tuhan. Dalam karya, karier terlebih dalam pelayanan kita. Selamat membuka hidup bagi Kristus untuk diubahkan menjadi luar biasa.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*