suplemenGKI.com

Bacaan : Lukas 13 : 10 – 17.

BELAS KASIH LEBIH BESAR DARI HUKUM

PENGANTAR
Hukum  sabat adalah salah satu hukum dalam Taurat yang harus   ditaati oleh setiap orang Yahudi. Sedemikian taatnya mereka sehingga mereka tidak diperbolehkan melakukan pekerjaan bahkan aktifitas yang agak berat, karena hal itu dianggap melanggar hukum Taurat. Namun ketaatan yang mereka miliki adalah ketaatan yang tidak memiliki  belaskasihan. Ketaatan yang demikian adalah ketaatan yang buta. Lalu bagaimana kita memahami hukum sabat tersebut ? mari kita cermati melalui renungan hari ini.

PEMAHAMAN

  1. Bagaimana pemahaman Tuhan Yesus tentang hari Sabat ? apakah yang dilakukan Tuhan Yesus pada hari sabat ? (ayat 10-13)
  2. Bagaimana respon kepala rumah ibadat terhadap tindakan Tuhan Yesus ? ( ayat 14)
  3. Bagaimana penjelasan Tuhan Yesus terhadap respon kepala rumah ibadat tersebut ? (ayat 15-17)

Sebagai orang Yahudi Tuhan Yesus juga mencintai hukum sabat, hal itu  terlihat dari apa yang dilakukan Tuhan Yesus di rumah ibadat. IA mengajar di rumah ibadat. Namun  ketaatan Tuhan Yesus terhadap hukum sabat bukanlah ketaatan yang buta tapi ketaatan yang didasarkan kepada kasih. Hal inilah yang membedakan antara Tuhan Yesus dengan para imam Yahudi dan ahli  Taurat.  selain mengajar dalam rumah ibadat pada hari sabat, IA juga menyembuhkan seorang wanita yang selama delapan belas tahun menderita penyakit bungkuk. Perempuan tersebut mengalami kesembuhan total. Apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus didasarkan kepada  belas kasih. Walaupun menurut orang Yahudi itu merupakan pelanggaran tapi Tuhan Yesus menolong perempuan tersebut. Hal itu menunjukkan bahwa belaskasih Tuhan Yesus kepada perempuan tersebut lebih besar dari pada hukum sabat yang dibuat oleh manusia. Bukankah penyembuhan yang dilakukan Tuhan Yesus juga untuk kemuliaan Allah ? bahkan perempuan yang telah disembuhkan mengalami sukacita besar sehingga ia memuliakan Allah. Namun justru kepala rumah ibadat menjadi gusar dan menyalahkan tindakan Tuhan Yesus tersebut ( ayat 14). Tuhan Yesus pun menyatakan bahwa tindakanNya merupakan kehendak Allah. Apabila seseorang dalam keadaan menderita yang sudah lama dan dengan segera harus mendapat pertolongan. Penderitaan tidak boleh ditunda sampai hari esok kalau bias ditolong hari ini harus segera dilakukan. Jadi apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus sebenarnya sama sekali tidak bertentangan dengan dengan hukum Taurat, tetapi kehendak Allah.

Melalui peristiwa ini kita dapat mengambil pelajaran, : 1. Bahwa kita harus mencintai hari perhentian untuk berbakti kepada Tuhan. 2. Kita harus melakukan kebaikan/menolong sesama yang berada dalam penderitaan. Janganlah menunda kebaikan kepada orang lain jika kita bias lakukan hari ini janganlah menunda besok. 3. Pertolongan kepada yang menderita adalah salah satu wujud bakti kita kepada Tuhan, lakukanlah.

REFLEKSI
Ambillah waktu sejenak untuk merenungkan, apakah saya mencintai hari minggu untuk beribadah ? jika ada orang yang menderita yang menbutuhkan pertolongan, saya langsung menolong atau menunda ?

TEKADKU
Ya Tuhan, tolonglah saya agar saya dapat berbakti kepada Tuhan dengan kasih dan menunjukkan kasih itu untuk menolong yang menderita.

TINDAKANKU
Hari ini saya harus memberi pertolongan kepada orang yang benar-benar menderita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

1 Comment for this entry

  • titus djara says:

    ini suatu teladan bagi kita apa ynag dilakukan oleh tuhan, sehingga kita tidak seperti para imam yahudi yang lebih melihat kepentingan sendiri daripada kasih yang ajarkan oleh tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*