suplemenGKI.com

Mazmur 126:1-6

BERIMAN DI MASA SUKAR

PENGANTAR
Kita patut bersyukur melihat angka penularan covid-19 yang semakin menurun dalam beberapa bulan terakhir. Ini menunjukkan perkembangan yang semakin baik dalam penanganan pandemi covid-19 di negara kita. Namun demikian, pandemi yang sudah berlangsung selama hampir dua tahun ini masih meninggalkan berbagai dampak yang tidak mudah dihadapi. Salah satunya adalah dampak di bidang ekonomi. Tidak sedikit di antara kita yang kehilangan pekerjaan, atau penurunan penghasilan. Seperti kita tahu, masalah keuangan juga sering memicu munculnya berbagai masalah di berbagai aspek kehidupan yang lain. Sebagai orang beriman, bagaimana seharusnya kita menghadapinya?

PEMAHAMAN

  • Ay. 1-3.     Peristiwa apakah yang dimaksudkan oleh pemazmur di ayat 1a? Mengapa ia menggambarkannya seperti orang yang bermimpi? (ay.1b)  Perasaan apa yang hendak diungkapkan di sini? (ay.2-3)
  • Ay. 4-6.     Ketika Mazmur ini ditulis, rupanya mereka kembali menghadapi masa-masa sukar.  Mereka menggambarkan keadaan mereka ‘seperti batang air kering’ (ay.4) dan seperti petani yang menabur benih dengan menangis (ay.5-6).  Apa yang hendak diungkapkan melalui dua gambaran tersebut?

Di ayat 1-3 pemazmur berkisah mengenai pengalaman mereka di masa lampau, yaitu ketika negara mereka dihancurkan dan penduduknya diangkut sebagai tawanan di Babel.  Sebagai sebuah negara, mereka sudah punah.  Namun, setelah sekitar 50 tahun dalam pembuangan, ternyata mereka bisa kembali ke Yerusalem untuk membangun negeri mereka. Bait Allah juga dibangun kembali.  Tuhan memulihkan kehidupan mereka sebagai umat pilihan-Nya.  Bangsa-bangsa lain di sekitar mereka tercengang melihat kenyataan ini.  Pengalaman itulah yang kemudian dikenang sebagai peristiwa di mana Tuhan telah melakukan perkara besar bagi umat-Nya.

Ketika mereka kembali harus berhadapan dengan masa-masa sukar, pemazmur mengajak mereka menghadapinya dengan tetap bersandar kepada Tuhan (ay. 4). Pemazmur juga mengajak mereka agar tidak tinggal diam: harus tetap menabur, meski dengan mencucurkan air mata (ay.5), dan harus tetap berjalan maju, meskipun dengan menangis (ay.6).  Dengan demikian mereka dapat tetap produktif, dan Tuhan dapat tetap memakai mereka menjadi saluran berkat-Nya.

Dua gambaran di atas juga mengungkapkan dua cara yang berbeda, yang dapat Tuhan gunakan untuk menolong umat-Nya.  Dengan menurunkan hujan, Tuhan bisa dengan seketika memulihkan ‘batang air yang kering’ menjadi mata air yang berlimpah-limpah.  Namun, itu bukanlah satu-satunya cara yang dapat dipakai Tuhan. Bagi para petani, pertolongan Tuhan justru terjadi berangsur-angsur, nyaris tak terlihat namun nyata, sejak benih ditaburkan hingga waktu panen tiba.

REFLEKSI
Kuasa Tuhan yang dinyatakan-Nya di masa lalu merupakan landasan iman dan sumber pengharapan bagi umat-Nya untuk menghadapi tantangan dan kesulitan di masa kini.

TEKADKU
Tuhan, mampukanlah aku melakukan pekerjaan dan tanggung jawabku dengan tekun meskipun harus menghadapi tantangan dan kesulitan.

TINDAKANKU
Hari ini aku akan berdoa bagi beberapa orang atau keluarga yang menghadapi kesulitan ekonomi karena terdampak pandemi.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«