suplemenGKI.com

Lukas 18:27-30

”Hadiah Bagi Yang Mengutamakan ALLAH”

Sesungguhnya, apakah hadiah yang disediakan bagi orang-orang yang mengutamakan ALLAH? Menanggapi pertanyaan itu, inilah jawaban YESUS, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Kerajaan Allah meninggalkan rumahnya, isterinya atau saudaranya, orang tuanya atau anak-anaknya, akan menerima kembali lipat ganda pada masa ini juga, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.” (ayat 29-30). Segala sesuatu yang rela kita tinggalkan demi Kristus YESUS pastilah akan diganti dengan limpah baik dalam kehidupan di dunia yang sekarang maupun dunia yang akan datang asal kita benar-benar mempercayai janji itu.

Þ    Apa yang menjadi tolok ukur bahwa seseorang memiliki hasrat terhadap Kerajaan ALLAH?

Þ    Apa yang dimaksud dengan pergi meninggalkan keluarga, dll demi Kerajaan ALLAH? ( ayat 28-29)

Þ    Berkat-berkat apa sajakah yang bisa kita rasakan ketika kita sungguh-sungguh mengikut YESUS? ( ayat 30)

Renungan:

Jika kerinduan si pemimpin-dalam renungan kita kemarin-terhadap Kerajaan ALLAH hanya sebatas pada ’itikad’, maka tidaklah demikian dengan Petrus. Petrus sudah berani mengambil langkah nyata dalam mengikut YESUS. Saat pertama kali YESUS meminta agar dirinya mau mengikut YESUS, Petrus juga sedang menjalankan sebuah profesi yang berhubungan erat dengan penyambung hidup bagi keluarganya. Karena dengan cara mencari ikanlah maka Petrus dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarganya. Mengingat bahwa mencari ikan bukanlah sekedar hobby melainkan mata pencaharian utamanya, maka sebenarnya bukanlah hal yang gampang bagi Petrus untuk meninggalkan tanggungjawab begitu saja. Namun demikian Alkitab mencatat dengan jelas bahwa setelah ajakan YESUS itu, Petrus segera meninggalkan jalanya (Matius 4:21) dan sejak saat itu iapun mengikuti kiprah pelayanan YESUS. Langkah besar yang diambil Petrus bukanlah langkah konyol tanpa pertimbangan. Selain karena kasih karunia yang memampukan Petrus untuk mengikut DIA, pastilah dengan hikmatNya pula Petrus dibawa pada pertimbangan yang sangat bijaksana sehingga pada akhirnya Petrus berani meninggalkan segalanya. Bagi Petrus, mengikut YESUS harus memiliki komitmen dan keberanian untuk menanggung resiko demi Dia.

Yesus menyatakan kepada orang-orang yang ingin menjadi murid-muridNya bahwa mereka harus berani mati bersama Dia. Hal itu merupakan komitmen sepanjang hidup mereka, tidak peduli berapa harga yang harus dibayar (bandingkan dengan Mat. 16:24; Mark. 8:34; Luk. 9:23; Luk. 14:27 ; Yoh. 8:12; Yoh. 12:26).

Komitmen yang dikehendaki TUHAN untuk kita ambil saat kita bertekad menjadi

pengikutNya memang sangat berat. Tetapi, ketika kita melihat kemuliaan yang

disediakan ALLAH di balik komitmen itu maka kita akan sadar bahwa tidak ada langkah

yang lebih benar dan lebih bijak kecuali ”meninggalkan segala sesuatu” dan mengikut

YESUS.  Selalu berada dekat dan mengikut Kristus akan menjamin kita mengalami

berkat-berkatNya. Berkat-berkat itu tidaklah terbatas pada berkat jasmani. Tapi lebih dari

itu, berkat-berkat ALLAH yang dianugerahkan pada kita adalah berupa penyertaan baik

saat kita sedang dalam keadaan suka atau duka, dan hidup kekal yang akan kita nikmati

kelak di dalam KerajaanNya yang mulia.

”Apapun bentuknya,

hadiah yang akan dilimpahkan bagi kita yang sungguh-sungguh mengikut DIA,

pastilah itu berupa hal-hal yang tak ternilai harganya.”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*