suplemenGKI.com

KRISTUS, RAJA SORGA YANG MENGHAMBA

Lukas 23:33-43

 

Pengantar
Kristus Yesus adalah Raja, Mesias, yang menggenapi nubuat para nabi, yang mana Kristus menyelamatkan manusia yang berdosa, melalui penderitaan-Nya di kayu salib. Dalam penderitaan-Nya, Ia tetap menyatakan kebaikan bagi semua orang, termasuk mereka yang telah menyiksa-Nya. Meskipun Ia adalah Raja, Ia tetap menjalankan tugas yang Bapa berikan dengan penuh kerendahan hati dan ketaatan. Marilah kita merenungkannya! 

Pemahaman

  • Ayat 33-39    : Bagaimanakah respon Yesus ketika Ia diolok-olok oleh orang yang menyiksa-Nya?
  • Ayat 40-43    : Apakah berkat istimewa yang diberikan oleh Yesus kepada salah satu penjahat yang meminta untuk mengingat dirinya saat Yesus datang sebagai Raja?

Yesus disalibkan di tempat yang bernama ‘Tengkorak’. Bersama Yesus turut disalibkan dua orang penjahat (ayat 33). Di bukit ‘Tengkorak’ itu, tentara-tentara memperebutkan jubah Yesus (ayat 34 b) dan orang banyak mengolok-olok-Nya (ayat 35-38). Mereka mengejek ketidakmampuan Yesus menyelamatkan diri-Nya sendiri  (ayat 35,37,39). Ejekan juga datang dari salah seorang penjahat yang turut disalibkan bersama Yesus (ayat 39). Ketika Yesus mendapatkan perlakuan itu, Ia justru berdoa bagi mereka, “Ya Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (ayat 34 a). Di dalam doa itu terkandung sebuah permintaan dan sebuah pembelaan. Sebuah permintaan: “Ya Bapa, ampunilah mereka”.  Dosa yang dilakukan oleh orang-orang yang mengolok Yesus sesungguhnya dosa yang tidak pantas untuk mendapatkan belas kasihan. Tetapi Yesus malah mendoakan mereka agar mendapatkan pengampunan. Sebuah pembelaan:”sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”. Jika seandainya mereka yang mengolok-olok Yesus mengetahui kebenaran bahwa Yesus-lah Mesias, maka mereka tidak akan menyalibkan Yesus. Jika mereka tahu apa yang telah mereka perbuat adalah suatu kesalahan, mereka pasti akan menyesalinya.

Sungguh luar biasa respon yang diberikan oleh Yesus. Sekalipun Ia adalah Raja, Ia mau mengosongkan diri-Nya untuk menjadi hamba dan melakukan tugas yang diberikan oleh Bapa hingga taat sampai mati. Di sisi lain, ketika Ia disalibkan, ada penjahat lain yang menyadari menyadari ketidakadilan yang dialami Yesus sehingga ia menegur penjahat yang mengejek Yesus. Kepada ejekan penjahat yang satunya ia memberi respons yang tegas (ayat 41). Lalu, ia memohon kepada Yesus untuk mengingatnya, “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja” (ayat 42). Respon tak terduga diberikan oleh Yesus. Ia memberikan berkat istimewa kepada orang itu, “Sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus” (ayat 43). Meskipun saat itu Kristus sedang mengalami kesakitan yang luar biasa, Ia justru memberikan penghiburan bagi orang bertobat yang telah menyerahkan diri kepada Dia. Saudara, renungan hari ini memuat gagasan bahwa Kristus tidak menggunakan kekuasaan-Nya sebagai Raja untuk membela diri-Nya sendiri, melainkan dengan rendah hati dan taat menyelamatkan orang yang percaya kepada-Nya.

Refleksi
Renungkanlah: sudahkah kehidupan kita meneladani Kristus yang dengan rendah hati dan taat pada kehendak Bapa?

Tekad
Tuhan, ajarku untuk dapat meneladani karya kasih-Mu. Sekalipun hidup taat pada kehendak-Mu penuh dengan pengorbanan akan kenyamanan diri, mampukanku untuk menyatakan kebaikan bagi sesama.

Tindakan
Aku mau menghamba dan taat kepada kehendak-Nya, dengan melakukan sebuah tindakan kasih dan kebaikan bagi sesama.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*