suplemenGKI.com

Minggu, 24 Mei 2020

23/05/2020

DOA: MENYATUKAN HATIKU DENGAN HATI TUHAN

Yohanes 17:1-11

 

Pengantar

“Indahnya saat yang teduh dengan bahagia penuh. Betapa rindu hatiku kepada saat doaku.
Bersama orang yang kudus kucari wajah Penebus; Dengan gembira dan teguh kunanti saat yang teduh.”

Bait kedua lagu “Indahnya Saat Yang Teduh” ( Kidung Jemaat 454) mengingatkan kita akan waktu doa yang menjadi kerinduan orang percaya. Sesungguhnya penting  memiliki waktu doa yang teduh untuk menyatukan hati kita dengan hati TUHAN. Bacaan Alkitab hari ini mempersaksikan tentang doa YESUS. Saat itu Dia sedang menghadapi saat akhir penggenapan misi-Nya, yakni sengsara dan kematian-Nya. Sungguh suatu keadaan berat yang harus Dia hadapi. Itulah sebabnya YESUS datang kepada Bapa-Nya dalam doa; yang dikenal dengan sebutan “Doa Imam Besar”. Marilah kita merenungkannya!

Pemahaman

  • Ayat 1-5               :  Mengapa YESUS berdoa memohon BAPA mempermuliakan ANAK?
  • Ayat 6- 10            : Mengapa dalam ayat-ayat ini YESUS hanya berdoa untuk pengikut-Nya bukan untuk dunia?
  • Ayat 11                 : Dalam ayat ini, apakah isi doa YESUS untuk murid-murid-Nya?

Di dalam doa-Nya, YESUS menyatakan bahwa Ia telah memuliakan BAPA melalui hidup dan pelayanan-Nya di dunia (ayat 4). Namun saat kematian-Nya telah tiba (ayat 1). Bila sebelumnya Ia telah memuliakan BAPA melalui hidup dan ketaatan-Nya kepada BAPA, maka saat itu Ia berdoa agar dapat memuliakan BAPA juga di dalam kematian-Nya. ( ayat 2-3 ). Itulah pokok pertama doa-Nya.

Pokok doa kedua dari doa syafaat YESUS  kepada BAPA  adalah permohonan untuk para murid-Nya. YESUS  memohon agar BAPA memelihara mereka karena mereka telah menjadi milik YESUS  dalam kasih BAPA (ayat 11b). Mengapa Dia berdoa demikian? Sebab melalui kehidupan YESUS, perkataan-Nya dan karya salib-Nya, para murid mengenal ALLAH dan kemuliaan BAPA. Mereka percaya bahwa YESUS berasal dari BAPA dan BAPA-lah yang telah mengutus-Nya untuk keselamatan mereka. Sekarang YESUS akan kembali kepada BAPA, tetapi para pengikut-Nya masih tinggal dalam dunia karena ada misi yang harus mereka laksanakan. Maka YESUS berdoa bagi pemeliharaan BAPA atas mereka, juga agar mereka menjadi satu sama seperti kesatuan YESUS & BAPA.

Dalam bacaan Alkitab hari ini YESUS tidak berdoa bagi dunia, tetapi hanya bagi milik-Nya. Mengapa? Karena sebelum Dia meninggalkan para murid, Dia ingin agar semua murid-Nya terjamin pasti dalam hubungan dengan ALLAH sehingga hidup mereka penuh sukacita (ayat 13, bdk. 16:22), juga agar mereka dapat disiapkan untuk meneruskan misi-Nya bagi dunia ini. Doa ini membentangkan kasih YESUS dan ALLAH yang luar biasa besar bagi para pengikut-Nya.

Doa YESUS menunjukkan betapa besar perhatian dan kepedulian-Nya bagi kita, murid-murid-Nya. Untuk dapat menjadi penerus pemberita Injil bagi dunia ini maka kita perlu pemeliharaan dan perlindungan BAPA senantiasa. Oleh karena itu, kita harus berdoa tak putus-putusnya memohonkan hal tersebut agar tergenapi. Kita perlu terus berdoa untuk menyatukan hati kita dengan hati TUHAN agar kita dimampukan melanjutkan karya kehidupan sebagai murid-murid yang siap menjalankan tugas perutusan dari-Nya .

Refleksi
Dalam keheningan, ingatlah kembali kehidupan doa Saudara. Bila di saat yang paling genting dalam hidup-Nya, YESUS masih mampu berdoa, menyatukan hati-Nya dengan hati BAPA dan membawa para pengikut-Nya untuk disatukan dalam kasih BAPA, bagaimana dengan Saudara? Apakah tindakan YESUS ini memberi inspirasi dan semangat bagi Saudara untuk menyediakan waktu yang cukup untuk berdoa ? Apakah Saudara berdoa dengan terburu-buru ataukah memiliki waktu yang teduh untuk  menyatukan hati dengan hati TUHAN?

Tekadku
Ya TUHAN, mampukanlah aku menyediakan waktu untuk berdoa dengan tenang dan teduh.

Tindakanku

  • Setiap hari aku akan menyediakan waktu yang cukup buat berdoa.
  • Setiap hari aku akan berdoa syafaat.
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»