suplemenGKI.com

Lukas 13:1-9.

 

“Bertobat Dan Hasilkan Buah, Selagi Masih Ada Kesempatan”

Pengantar:
Saat-saat ini, kita memasuki masa Prapaskah yang kita hayati sebagai masa untuk bertobat dan berbalik kepada Tuhan. Pertobatan tidak cukup hanya berhenti pada sebuah penyesalan yang ritual dan formal saja, melainkan sebuah kesediaan untuk mengarahkan diri kembali kepada Allah. Di Minggu Prapaskah ke tiga ini kita diingatkan dan dipanggil untuk menyadari betapa hidup kita tidak lebih baik dari orang lain sehingga akan menolong kita untuk lebih mawas diri serta bertekad untuk menalani hidup yang berbuah bagi Tuhan selagi masih diberi kesempatan untuk hidup. Oleh karena itu, mari kita mendalami pesan firman Tuhan melalui bacaan kita hari ini.

Pemahaman:

  1. Apa yang hendak diajarkan Yesus melalui jawaban-Nya kepada beberapa orang yang membawa kabar tentang musibah yang dialami oleh beberapa orang Galilea? (v. 1-5)
  2. Apa yang hendak diajarkan Yesus melalui perumpamaan pada ayat 6-9?

Pada ayat 1 dijelaskan ada kabar tentang orang-orang Galilea yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan. Kejadian tersebut dilatarbelakangi peristiwa pembantaian terhadap orang-orang Galilea oleh tentara Pilatus ketika mereka sedang mempersembahkan korban di Bait Suci, sehingga darah mereka bercampur dengan darah hewan korban. Peristiwa itu terjadi karena pada masa itu sedang terjadi penganiayaan keras terhadap orang-orang Yahudi oleh pemerintahan Romawi. Kondisi tersebut tidak disadari orang-orang Yahudi, itu sebabnya Yesus mencela mereka, “Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapa kamu tidak dapat menilai zaman ini?” (Luk 12:56) Ketidaksadaran itu membuat mereka hidup dalam kemunafikan, dan lebih mudah menghakimi orang lain. Dalam konteks ini seakan-akan mereka menyimpulkan bahwa jika ada orang yang mengalami musibah yang naas adalah karena berdosa besar, itu sikap menghakimi yang tidak beralasan. Itu sebabnya Yesus menghendaki agar mereka bertobat. Seruan bertobat itu kemudian dikonkritkan oleh Yesus melalui perumpamaan tentang pohon ara yang tidak berbuah. Makna dari perumpamaan itu hendak mengajarkan bahwa mereka jangan hanya sibuk menghakimi orang lain, tetapi harus menghasilkan buah pertobatan selagi masih diberi kesempatan. Jangan sampai kesempatan yang diberikan itu sia-sia, maka hal yang paling baik adalah bertobat dan hasilkan buah-buah pertobatan.

Ferleksi:
Mari merenung sejenak. Setiap orang bisa mengalami musibah yang naas, tetapi tidak selalu hal itu terjadi karena keberdosaan karena kita tidak pernah tahu mengapa itu terjadi. maka jangan cepat menghakimi.

Tekad:
Tuhan, saya mohon ampun kepada-Mu jikalau saya masih sering menghakimi sesama, sedangkan saya sendiri masih belum bisa menghasilkan buah-buah pertobatan.

Tindakkan:
Saya mau belajar untuk tidak cepat menghakimi, tetapi belajar untuk menyikapi semua peristiwa hidup dengan berbuah menjadi berkat bagi sesama.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«