suplemenGKI.com

Minggu, 24 Juli 2011

23/07/2011

Matius 13:44-46

Yang Berharga Dalam Hidup Kita

Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab:

  1. Dalam bagian ini Kerajaan Sorga seumpama harta yang terpendam di ladang dan seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.  Apa yang Yesus ajarkan?  Apa aplikasinya dalam hidup kita?
  2. Sebelum membaca bagian ini, coba renungkan hal apakah yang kita anggap paling berharga dalam hidup?
  3. Benarkah Kristus menjadi pribadi yang paling berharga dalam hidup kita?  Benarkah persekutuan dengan-Nya menjadi yang berharga hidup kita?

RENUNGAN

Yesus menekankan betapa bernilainya atau berharganya hal Kerajaan Sorga melalui 2 perumpamaan.  Pertama, ayat 1 menyatakan bahwa Kerajaan Sorga seperti harta yang terpendam di ladang.  Pada masa itu sangat umum bagi masyarakat Yahudi untuk menyimpan hartanya di ladang, sebab itu dirasa lebih aman daripada di rumah.  Ketika seseorang menemukan harta terpendam ini, ia sangat bersukacita karena menemukan sesuatu yang sangat bernilai.  Kemudian seseorang bisa rela menjual segala miliknya agar mendapatkan atau dapat membeli ladang tempat menyimpan harta yang terpendam itu.  Kedua, ayat 2 menyatakan bahwa seorang pedagang sengaja mencari mutiara yang indah karena ia tahu betapa berharganya mutiara itu.  Maka setelah ia menemukan mutiara yang dicarinya, ia segera menjual segala miliknya untuk membeli mutiara tersebut.

Kedua perumpamaan ini menggambarkan betapa bernilainya hal Kerajaan Sorga.  Kerajaan Sorga seharusnya menjadi yang berharga (terutama dan pertama) dalam hidup dibandingkan dengan segala sesuatu yang ada di dunia ini (ayat 44-45).  Seseorang yang menyadari betapa bernilainya hal Kerajaan Sorga, dengan sukacita akan meninggalkan apa pun dalam hidupnya asalkan mendapatkan kebahagiaan sejati dalam Kerajaan Sorga.  Adakah sesuatu yang lebih berharga atau bernilai dalam hidup kita sehingga menghalangi untuk mendapatkan Kerajaan Sorga? 

Setiap orang yang sudah berjumpa dengan Tuhan Yesus (mengenal, merasakan dan mengalami secara pribadi kasih Yesus), akan merasakan sukacita yang besar.  Hal itu pasti akan membuat seseorang rela meninggalkan segala ‘kehidupan’ duniawinya (keinginan dagingnya, hawa nafsu dan egonya) agar dapat mengikut Yesus dengan penuh totalitas.  Pasti seseorang itu selalu rindu untuk hidup dalam persekutuan dengan Kristus, karena mengerti betul bahwa persekutuan dengan Juruselamatnya adalah hal yang paling berharga dibandingkan dengan apapun yang ada di dunia ini. 

 Bagaimana dengan hidup kita?  Setelah membaca bagian ini, coba renungkan kembali hal apakah yang kita anggap paling berharga dalam hidup kita?  Benarkah Kristus menjadi pribadi yang paling berharga dalam hidup kita?  Benarkah persekutuan dengan-Nya menjadi hal yang berharga?  Dia mengajak kita meninggalkan segala sesuatu yang dapat menghalangi kita mendapatkan yang paling berharga.  Sebab mengikut Dia, hidup dalam naungan kasih-Nya dalam Kerajaan-Nya yang mulia dan kekal adalah yang paling berharga.

Memang dari kita dituntut kesediaan melepas hal-hal yang kita anggap berharga.  Itu bukan lagi kerugian, sebab yang kita dapatkan adalah hidup Yesus sendiri.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«