suplemenGKI.com

Bacaan : Lukas 4 : 16 – 30.

“KABAR BAIK YANG HARUS DIBERITAKAN”

PENGANTAR.
Salah satu tempat yang paling mula-mula dikunjungi  Tuhan Yesus adalah Nazaret, kampungnya sendiri.  Seperti yang telah dilakukan di Galilea Tuhan Yesus masuk rumah ibadat maka di Nazaretpun demikian, Tuhan Yesus juga memulai pelayanan-Nya di rumah ibadat. Di kampung halaman-Nya Tuhan Yesus menunjukkan bahwa Ia adalah orang Yahudi yang setia beribadah dan melayani. Dia sekaligus menjadi lektor dan pengkhotbah. Kitab yang diberikan kepadaNya adalah kitab Yesaya yang berbicara tentang masa pembuangan.

PEMAHAMAN.

  1. Kitab yang dibaca oleh Tuhan Yesus menunjukkan tentang apa ? ( ayt 17-21 )
  2. Bagaimana respon orang-orang Nazaret terhadap Yesus dan pengajaranNya ? ( ayat 22-30 )

Dalam ibadah di rumah ibadat di Nazaret Tuhan Yesus membacakan dari kitab Yesaya 61 : 1-2 yang menyatakan bahwa seseorang telah diurapi untuk memproklamasikan Kabar baik. Kabar baik yang disampaikan Tuhan Yesus melalui kitab Yesaya 61 : 1-2 adalah tentang,

  • Kabar baik kepada orang-orang miskin.
  • Pembebasan kepada orang-orang tawanan.
  • Penglihatan bagi orang-orang buta.
  • Membebaskan orang-orang yang tertindas
  • Memberitakan tahun rahmat Tuhan.

Apa yang diberitakan oleh Tuhan Yesus semuanya bersentuhan dengan apa yang sedang dibutuhkan oleh setiap orang yang sedang dalam penderitaan. Sehingga hal itu menjadi kabar sukacita. Dan kabar sukacita harus disampaikan kepada mereka yang membutuhkannya. Namun yang perlu di ketahui adalah bahwa Tuhan Yesus yang sedang memberitakan adalah Kabar baik itu sendiri, ketika Tuhan Yesus mengatakan, “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya”.  Artinya adalah nubuat yang disampaikan oleh nabi Yesaya dalam nas yang dibacakan oleh Tuhan Yesus telah digenapi oleh dan didalam Tuhan Yesus.

Namun orang-orang Nazaret yang mendengar penyampaian Tuhan Yesus menjadi marah dan menyepelekan Tuhan Yesus dengan dalih bahwa Yesus adalah anak Yusuf ( ayt 22 ). Dari situ kita dapat melihat bahwa Tuhan Yesus menyampaikan  berita Kabar Baik itu kepada orang-orang Nazaret yaitu kampung halamanNya sendiri namun mereka tidak melihat Tuhan Yesus yang menyampaikan Kabar Baik itu sebagai Pribadi yang menggenapi nas Firman Tuhan tersebut tetapi sebagai seorang biasa yang berasal dari keturunan Yusuf sehingga mereka menolak Yesus. Maksud baik Tuhan Yesus disambut dengan tanggapan tidak baik.

Janganlah hal itu terjadi pada kita dengan menyepelekan para pemberita Firman Tuhan dengan melihat asalnya.

REFLEKSI.
Renungkanlah ! sudahkah saudara menyampaikan Kabar Baik ( Injil ) kepada orang-orang disekitar saudara ?

TEKADKU
Ya Tuhan tolonglah saya untuk berani menyampaikan Kabar baik kepada orang-orang yang belum mengenal Engkau.

TINDAKANKU.
Mulai hari ini saya akan belajar menyampaikan berita Kabar Baik kepada orang-orang yang dekat dengan saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«