suplemenGKI.com

Bacaan : Lukas 2 : 1 – 20.

Thema :  Yesus datang membawa sukacita.

PENGANTAR.
Pertama-tama, ijinkan kami mengucapkan “Selamat Natal 2017” kepada segenap jemaat yang setia membaca renungan 4B. Dalam merayakan natal tahun ini, kita dalam suasana keprihatinan terkait dengan beberapa musibah bencana alam, banjir, tanah longsor, letusan gunung berapi dls. Di sana-sini kita mendengar ada begitu banyak orang yang mengalami kesulitan ekonomi dan hidup dibawah garis kemiskinan. Di bagian lain kita juga merasa prihatin dengan berita-berita korupsi, aneka pertentangan, permusuhan yang menimbulkan kebencian dan korban. Dalam situasai keprihatinan yang dialami kebanyakan manusia inilah berita sukacita lahirnya Sang Juruselamat dunia menyapa setiap sisi kehidupan manusia. Termasuk saya dan saudara.

PEMAHAMAN.

  1. Bagaimana situasi dan kondisi pada saat Yesus Kristus lahir ? ( ayat 1-7 )
  2. Kepada siapakah berita kelahiran Mesias itu pertama kali disampaikan ? bagaimana kondisi para gembala ? ( ayat 7-11 ).
  3. Bagaimana para malaikat itu meyakinkan para gembala ? ( ayat 12 – 15 )
  4. Bagaimana respon para gembala ? ( ayat 16 – 20 ).

Berbagai macam bentuk ketakutan masih menguasai banyak orang, termasuk kita. Takut gagal, takut bangkrut, takut bersaing,takut menderita, takut tidak dapat jodoh, takut terhadap masa depan dan masih banyak lagi bentuk ketakutan yang lain, bahkan takut terhadap kematian. Dalam berbagai macam ketakutan itulah Yesus Kristus lahir di Betlehem dengan segala kesederhanaan. Namun kelahiran Yesus Kristus membawa sukacita kepada dunia, agar setiap orang yang hidup didalam segala macam penderitaan dan ketakutan mandapatkan pembebasan. Untuk itu kelahiran-Nya harus diberitakan kepada dunia terutama kepada mereka yang hidup dalam penderitaan, ketakutan, tekanan dan keterasingan. Berita kelahiran-Nya pertama diberitakan kepada para gembala. Mereka adalah orang-orang yang menderita dan tersisih, oleh sebab itu ketika berita kelahiran-Nya disampaikan oleh para malaikat, mereka ketakutan. Namun para malaikat itu berkata, “jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar……,Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus Tuhan”. Kesukaan besar macam apa ? sudah barang tentu bukan yang bersifat material tetapi spiritual, misalnya sapaan kasih, perhatian, damai sejati dll. Tetapi kesukaan besar disini menunjuk kepada kelahiran sang Juruselamat. Inilah sukacita besar itu yaitu sang Mesias, Yesus Kristus sang Juruselamat berada ditengah-tengah umat-Nya, mendampingi, menemani dan melindungi umat-Nya. Oleh sebab itu para malaikatpun bersukacita memuji Allah, “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang Maha tinggi dan damai sejahtera di bumi diantara manusia yang berkenan kepada-Nya”.

Para gembala menjadi saksi utama dan pertama kelahiran  juruselamat dunia. Para gmbala yang dalam tatanan sosial menjadi kelompok pinggiran dan tersisih mendapat kepercayaan menjadi saksi kunci dari kelahiran sang Juruselamat. Mereka bersukacita mendengar berita kelahiran sang juruselamat, mereka mencari dan mendapati Maria dan Yusuf dan bayi itu yang sedang berbaring didalam palungan ( ayat 16). Mereka kembali sambil memuji dan memuliakan Allah. Mereka mengalami sukacita yang luar biasa. Karena kelahiran Yesus Kristus membawa sukacita sejati bagi bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya, karena didalam Dia ada keselamatan.

REFLEKSI.
Marilah kita merenungkan : menjelang natal kali ini apakah saudara memiliki sukacita ? apa yang sering merebut sukacita natal itu ?

TEKADKU.
Ya Tuhan, trima kasih atas kasih karunia-Mu yang membuat saya bersukacita.

TINDAKANKU.
Di hari natal ini saya ingin membagikan sukacita kepada orang-orang pinggiran/tersisih.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*