suplemenGKI.com

Matius 25:31-46

IMAN YANG NYATA

 

Pengantar

Yakobus 2:26 menyatakan “Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati”.  Firman ini ingin menegaskan bahwa iman tidak berhenti pada teori tetapi seharusnya teraplikasi dalam tindakan nyata.  Itulah iman sejati.  Bagaimana Tuhan Yesus mengajarkan kepada para murid dalam Matius 25:31-46?  Mari merenungkannya!

 

Pemahaman

Ayat 31-33:  Bagaimana Tuhan Yesus menjelaskan tentang kedatangan-Nya yang kedua kali?

Ayat 35-46: Bagaimana Dia menyatakan tentang penghakiman-Nya?  Siapakah yang memiliki hidup kekal bersama-Nya?

Bagaimana kita mewujudkan iman dalam kasih yang nyata setiap hari?

Perikop ini mengakhiri rangkaian nubuat serta ajaran Tuhan Yesus tentang kedatangan dan penghakiman-Nya di akhir jaman.   Berkaitan dengan kedatangan dan penghakiman-Nya, Dia memaparkan beberapa hal penting:  Pertama, seperti halnya Injil harus diberitakan ke sekalian bangsa, hari penghakiman kelak juga meliputi semua bangsa (ay.32).  Kedua, seperti halnya Injil harus direspons oleh masing-masing demikian juga penghakiman itu akan berlaku untuk masing-masing orang (ay.33).  Ketiga, bila dalam warta Injil Yesus datang sebagai Juruselamat dalam kerendahan-Nya, kelak Dia  akan datang sebagai Raja dengan segenap kemuliaan-Nya bersama malaikat-Nya (ay.31).  Pada saat itulah keputusan akhir bagi tiap orang akan diambil dan bersifat kekal (ay.34,41).

Pertanyaannya, atas dasar apakah keputusan kekal itu Tuhan Yesus jatuhkan?  Iman kita mengajarkan bahwa kita selamat bukan karena perbuatan, tetapi karena iman kepada anugerah Allah.   Keselamatan diberikan bagi orang yang menyambut Dia dan karya penyelamatan-Nya.  Yang mengejutkan adalah dalam bagian ini Tuhan Yesus mengajarkan bahwa semua orang kelak akan dihakimi atas dasar perbuatan yang mereka lakukan.   Mereka yang memiliki perbuatan kasih nyata kepada sesama, masuk ke dalam kebahagiaan kekal (ay.35-40).  Sebaliknya, mereka yang tidak menyatakan perbuatan kasih yang nyata akan masuk ke dalam siksaan kekal (ay.41-46).

Hal itu berarti, sebagai orang percaya seharusnya kita tidak mengabaikan perbuatan kasih hanya karena menekankan prinsip anugerah.  Tetapi, kita juga tidak boleh terlalu cepat menyimpulkan bahwa keselamatan adalah hasil perbuatan baik.  Yang Tuhan nilai layak bersama Dia di Surga adalah dia yang menyambut karya penyelamatan-Nya yang dibuktikan dalam hidup sehari-hari dalam tindakan kasih yang nyata.

 

Refleksi
Mari merenungkan: Penyelamatan dari Kristus menghasilkan kasih yang nyata kepada sesama sebagai bukti kasih kepada-Nya.   Seharusnya keselamatan yang kita terima menghasilkan karya nyata dalam hidup orang lain.   Bila karya nyata itu tidak ada, apakah bisa dibuktikan pengakuan imannya akan Kristus?

 

Tekadku
Tuhan tolonglah aku menghargai keselamatan dari-Mu dengan mewujudkan kasih yang nyata bagi sesama.  Biarlah imanku menjadi kenyataan dalam hidup orang lain.

 

Tindakanku
Hari ini aku akan memberi kepada ……….  atau mengunjungi ………. atau memperhatikan kesulitan …………!  Dan aku mau berusaha terus melakukannya dalam hidup sebagai bukti kasih dan imanku kepada-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«