suplemenGKI.com

Yohanes  4:5-26, 39-42

MELAMPAUI LOGIKA MANUSIA

 

Pengantar
Perikop yang kita baca menunjukkan perjalanan Yesus meninggalkan Yudea menuju Galilea dan harus melewati daerah Samaria.  Saat sampai di kota Shikar dimana ada sumur yang disebut sumur Yakub, Yesus bertemu dengan perempuan Samaria yang hendak menimba air.  Terjadilah percakapan antara Yesus dengan perempuan Samaria, meskipun bertentangan dengan tradisi Yahudi bahwa orang Yahudi tidak diperbolehkan (= tidak mau) bersahabat dengan orang Samaria.

Pemahaman

  • Apa  yang ingin disampaikan Yesus kepada perempuan Samaria?  Bagaimana perempuan Samaria menanggapi setiap perkataan Yesus?  (ayat 4-20)
  • Setelah perempuan Samaria itu menyadari siapa Yesus, apa selanjutnya yang dilakukan?  (ayat 21-26, 39-42)

Tuhan Yesus memulai percakapannya, dengan meminta perempuan Samaria memberi-Nya minum.  Hal ini tentu sangat mengejutkan dan aneh bagi perempuan Samaria, sebab Yesus orang Yahudi.  Baginya sangat tidak masuk akal, mengingat orang Yahudi dan orang Samaria tidak bersahabat.  Dari pembicaraan selanjutnya ada beberapa hal yang bisa kita pelajari: Pertama, Tuhan Yesus ingin karunia keselamatan Allah Bapa-Nya melalui salib itu tidak hanya untuk orang Yahudi tetapi juga untuk semua orang termasuk orang Samaria (ay.10).  Kedua, Dengan menyapa lebih dahulu, hal itu membuktikan bahwa insiatif penyelamatan adalah dari Allah sendiri (ay.7).  Ketiga,  Tuhan Yesus ingin menyatakan bahwa Dia adalah Air Hidup yang akan mengalir dalam jiwa kita sehingga kita boleh memancarkannya sebagai berkat bagi orang lain

Respon perempuan Samaria (ayat 9,11,15) yang hanya mengandalkan logika menjadi penghambat untuk bisa mengenal dan memahami kasih karunia-Nya.  Setelah menyadari dan percaya akan perkataan-Nya maka perempuan Samaria inipun terus mengabarkan kabar baik yang telah dialaminya kepada orang lain (= belajar memancarkan air hidup yang diterimanya, ayat 29).

Refleksi
Betapa sering kita berlaku seperti perempuan Samaria ini, kita hanya mengandalkan logika berpikir dalam merespon sapaan Tuhan dalam hidup kita sehingga kita sering berlaku tidak berdasarkan iman.  Betapa sering dalam menghadapi masalah dan pergumulan kita menghadapinya hanya bersandar pada logika dan akan kita sehingga kita lupa kuasa dan kasih Tuhan lebih besar dari pergumulan kita.

Tekadku
Ya Tuhan, Ya, air Hidup buatlah aku selalu bisa menyadari kehadiran dan karya kasih karunia-Mu sehingga dalam setiap masalah dan keputusan dalam hidupku  aku lebih mengutamakan KuasaMu daripada logikaku.

Tindakkanku
Aku akan sharing dengan anggota keluargaku untuk selalu mengedepankan iman kepada Tuhan daripada  mengandalkan Logika berpikir sendiri.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«