suplemenGKI.com

Minggu 23 Juni 2013

22/06/2013

Pujian dari Tuhan

 

Bacaan Roma 2:17-29

 

Pengantar
Banyak orang tergelitik untuk memamerkan keberadaan dirinya masing-masing, bahkan berani mengkritik sana sini serta tidak sedikit orang yang menyalahkan orang lain, demi dilihat bahwa dirinya yang baik. Orang yang demikian hanya ingin dilihat/dipuji oleh orang lain sebagai orang yang baik.

Pemahaman
Ay 17-20, apa yang diharapkan dari orang yang mengenal hukum Taurat?
Ay 21-24, apa yang terjadi pada orang-orang yang memegang hukum Taurat?Ay 25-29, apa dilakukan oleh orang-orang Yahudi di kota Roma?

Jemaat yang ada di Roma terdiri dari berbagai macam suku bangsa, ada orang-orang Yahudi dan juga ada orang-orang Yunani. Karena kekristenan pada waktu itu masih awal dan dalam proses pertumbuhan maka masih dirasakan adanya gesekan-gesekan yang terjadi antar jemaat juga. Bagi orang Kristen Yahudi, masih menganggap bahwa hukum Taurat dan sunat itu masih cukup penting untuk dipertahankan. Namun bagi mereka yang bukan Yahudi mengganggap hukum Taurat dan sunat sudah diganti dengan hukum kasih Tuhan. Hal ini tentunya menimbulkan gesekan antar jemaat yang tidak dapat dihindari.

Paulus memberikan nasihatnya bukan untuk membela orang-orang Yahudi atau membela orang-orang Yunani, namun Paulus melihat dari sikap hidup yang seharusnya nampak dari orang-orang yang percaya pada Tuhan Yesus.

Paulus mengambil contoh orang Yahudi yang taat huklum Taurat, seharusnya hidupnya juga taat kepada hukum Taurat, perintah hukum Taurat: jangan mencuri, jangan berzinah maka seharusnya orang-orang Yahudi mentaatinya, namun pada prakteknya justru mereka malah melanggar hukum Taurat tersebut. Bagi Paulus lebih baik orang itu tidak bersunat namun justru melakukan hukum Taurat dalam hidupnya.

Paulus  menasihatkan bahwa yang paling penting bukan persoalan secara jasmani yang harus diperdebatkan, apakah orang itu Yahudi atau bukan, namun yang terpenting apakah kehidupan kita memuliakan Allah atau tidak. Sunat atau tidak sunat bukan yang terpenting namun sunat di dalam hati itu yang lebih penting.

Paulus mengingatkan untuk setiap orang bukan mencari pujian dari manusia namun sehar usnya mencari pujian dari Tuhan. Pujian dari Tuhan kepada manusia tidak pernah salah karena Tuhan memperhatikan isi hati kita yang terdalam.

Refleksi
Renungkanlah dalam hidupmu, manakah yang kau kejar: pujian dari manusia atau pujian dari Tuhan?

Seberapa besarkah engkau mencari pujian dari sesamamu? Dan seberapa besarkah engkau mengharapkan Tuhan memuji apa yang telah engkau lakukan di dunia ini?

Tekadku
Tuhan Yesus, celikkanlah mata hati kami untuk melihat bahwa sesungguhnya Engkau sangat memperhatikan apa yang kami kerjakan di dalam dunia ini, bahkan Engkau bangga mana kala kami memuliakan mamaMu melalui sikap hidup kami yang benar di dunia ini. Amin

Tindakanku
Hari ini saya ingin melakukan pekerjaanku dengan mengingat bahwa Tuhan melihat apa yang saya kerjakan/lakukan di dalam dunia ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*