suplemenGKI.com

Minggu, 23 Juli 2017

22/07/2017

Bacaan : Matius 13 : 24 – 30; 36 -43

Tema :  Kesabaran Allah atas Kerajaan-Nya

PENGANTAR.
Perumpamaan ini memperlihatkan dua hal yang berbeda bahkan bertentangan, yang satu gambaran yang baik dan yang lain gambaran dari yang jahat. Keduanya (gandum dan lalang) keduanya berada dalam satu tempat dan sulit untuk dipisahkan. Bila ada pemisahan total maka dapat terjadi hal-hal yang merugikan bagi pihak yang baik. Demikianlah Kerajaan Allah itu selama di dunia ini yang dapat kita lihat dalam situasi gereja. Gandum dan lalang masih sama-sama tumbuh berdampingan. Tuhan Allah masih menunjukkan kesabaran-Nya melihat situasi Kerajaan-Nya di dunia ini. Tuhan tidak langsung bertindak terhadap “Lalang-lalang” itu. Tuhan membiarkannya demi kepentingan anak-anak Kerajaan-Nya.

PEMAHAMAN.

  1. Mengapa Tuhan membiarkan Lalang tumbuh bersama gandum dalam satu tempat ?
  2. Apa tujuan Tuhan Yesus menceritakan perumpamaan ini ?

Johanes Calvin mengatakan mengenai nats ini, “Selama gereja itu mengembara di dunia ini, manusia jahat dan munafik akan bercampur baur dengan orang-orang benar dan kudus, supaya anak-anak Allah mempersenjatai dirinya dengan kesabaran dan berpegang teguh dalam iman dalam situasi kesimpangsiuran itu.

Tuhan tidak langsung menindak orang-orang munafik demi kepentingan anak-anak Kerajaan-Nya. Tuhan bertindak sabar menunggu sampai tiba waktu bagi mereka untuk ditindak. Sikap demikian bukan berarti bahwa Tuhan mentolerir kemunafikan ditengah-tengah gereja. Sama sekali tidak. Yang jahat dimata Tuhan tetap dipandang jahat. Orang-orang baik tidak perlu kecewa dan kesal terhadap keadaan seperti itu. Biarlah kita semua tetap sadar bahwa masih banyak orang-orang yang baik di tengah-tengah orang-orang yang jahat. Kerajaan Allah tidak perlu mundur dengan merajalelanya lalang-lalang di dunia ini. Sebagaimana Allah begitu sabar atas hal itu,demikian juga kita (gereja) harus tetap bersabar menghadapi adanya lalang-lalang di tengah-tengah gandum. Ingatlah bahwa gandum tetaplah gandum dan lalang tetap lalang. Kebaikan, kemurnian dan kesetiaan biarlah tetap menjadi ciri khas dari Kerajaan Allah. Jangan kita dikalahkan oleh kemunafikan, ketidaksetiaan dan hal-hal yang kosong yang tidak ada hasilnya (Lalang). Biarpun ada yang berlagak seperti anak-anak kerajaan Allah, padahal sebenarnya ia adalah anak-anak kerajaan iblis. Pada akhir kesudahannya (penghakiman) itu tiba. Maka akan dipisahkan antara gandum dan lalang (antara  anak Kerajaan Allah dan anak kerajaan iblis). Anak-anak iblis (Lalang) akan dihukum menurut keberadaan mereka. Untuk itu marilah kita memperkuat iman kita dengan tetap berpegang teguh pada Tuhan Yesus, Sang Raja Gereja.  Kita tidak perlu kuatir akan pemisahan itu, karena Tuhan mengenal anak-anak Kerajaan Allah. Amin.

REFLEKSI
Marilah kita mengambil saat hening sejenak untuk merenungkan : Bagaimana sikap saudara ketika di gereja ternyata ada orang-orang baik dan jahat ? Saudara sendiri termasuk yang mana ?

TEKADKU
Ya Tuhan berilah kesabaran kepada saya ketika didalam gereja saya melihat ada orang baik dan orang jahat.

TINDAKANKU
Saya harus tetap memperkuat iman dengan berpegang teguh kepada Tuhan Yesus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«