suplemenGKI.com

Mazmur 2:1-12

RAJA YANG DIURAPI TUHAN

PENGANTAR
Berdasarkan isinya, Mazmur 2 digolongkan sebagai royal psalm (mazmur kerajaan) dan digunakan pada waktu pelantikan seorang raja (2 Raj. 11:12). Untuk mempelajarinya dengan lebih detil, kita dapat membagi Mazmur ini menjadi empat bagian:

A  - Teguran terhadap kejahatan raja-raja dunia (ay. 1-3)

B  – Pemerintahan Allah di sorga (ay. 4-6)

B’ – Pemerintahan Mesias di bumi (ay. 7-9)

A’ – Seruan pertobatan bagi raja-raja dunia (ay. 10-12)

Susunan seperti di atas disebut chiasm (khiasmus) sering dijumpai dalam puisi Ibrani. Kita akan mempelajari setiap bagian dari khiasmus tersebut.

PEMAHAMAN

  • Ay. 1-3.  Apa yang terjadi pada pemerintahan raja-raja dunia? (ay. 1). Kejahatan apa yang telah mereka lakukan? (ay. 2). Bagaimana umat Tuhan menghadapi mereka? (ay. 3)
  • Ay.4-6. Mengapa Tuhan mengolok-olok mereka? (ay. 4-5). Apa yang Tuhan lakukan untuk menghadapi mereka?
  • Ay.7-9.  Bagaimana Mesias (juga, seorang raja Israel) menjalankan pemerintahan di bumi? Otoritas apakah yang diberikan kepada Mesias (juga, kepada raja Israel)?
  • Ay.10-12.  Apa yang harus dilakukan raja-raja dunia agar mereka luput dari murka-Nya?

Raja-raja dunia saling terlibat dalam konflik (perang) yang berujung pada kesia-siaan (ay. 1). Hal itu terjadi karena mereka bermufakat untuk melawan Tuhan (ay. 2). Raja Israel dan umat Tuhan yang dipimpinnya tidak boleh terpengaruh dan terlibat dalam situasi semacam itu (ay. 3).

Tuhan “mengolok-olok” raja-raja dunia yang bermufakat melawan Dia. Selain sebagai ekspresi kemarahan-Nya (ay. 5), “mengolok-olok” (ay. 4) juga menjadi penegasan otoritas-Nya atas mereka. Namun, Tuhan bukan hanya mengolok-olok dan murka. Tuhan akan melantik raja Israel untuk menghadapi raja-raja dunia (ay. 5).

Tuhan memberikan otoritas yang besar kepada sang Mesias (juga kepada seorang raja Israel). Tuhan menyebut-Nya, “Anak-Ku, Engkau!” (ay. 7). Dengan otoritas yang diberikan Tuhan, Dia akan mampu mengalahkan raja-raja dunia (ay. 9) dan memerintah bangsa-bangsa di bumi (ay. 8). Melalui Mesias dan raja yang dilantik-Nya, Tuhan akan menjalankan kehendak-Nya dan rencana-Nya di bumi.

Agar terlepas dari murka Tuhan, raja-raja dunia harus bersedia menerima pengajaran dari Tuhan (ay. 10), beribadah kepada Tuhan (ay. 11), dan memohon perlindungan dari Tuhan (ay. 12). Seruan pertobatan inilah yang harus disampaikan oleh Mesias dan oleh raja Israel.

REFLEKSI
Seorang pemimpin mendapatkan otoritasnya dari Tuhan dan harus menggunakan otoritas itu sesuai dengan kehendak-Nya dan rencana-Nya.

TEKADKU
Tuhan, aku bersyukur atas kepercayaan yang Kau berikan kepadaku untuk menjadi pemimpin bagi orang-orang di sekitarku. Aku akan mengerjakan peran dan tanggung jawabku dengan sepenuh hati.

TINDAKANKU
Dalam tiga hari ke depan, secara berturut-turut, aku akan mendoakan orang-orang yang Tuhan tempatkan di sekitarku: 1) dalam keluargaku, 2) di tempat aku bekerja, dan 3) dalam pelayananku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«