suplemenGKI.com

Lukas 16:10-13.

 

Setia Dan Benar Dalam Perkara Kecil Adalah Awal Hidup Benar 

 

Pengantar:
Penelitian menarik dalam sebuah kelas TK. Seorang guru berkata, “Anak-anak Ibu menaruh kue dan permen ini di atas meja, Ibu ke kantor sebentar. Nanti kembali dan akan bagikan semua makanan ini untuk kalian!” Ternyata para peneliti telah memasang monitor CCTV untuk melihat perilaku anak-anak itu. Begitu sang guru keluar, sebagian besar anak segera mengambil kue dan permen itu. Hanya sedikit anak yang taat dan tetap duduk. Dengan cermat para peneliti mencatat perilaku setiap anak. Tiga puluh tahun kemudian diadakan penelitian ulang terhadap anak-2 tersebut. Ternyata, anak-anak yang dulu taat kini menjadi orang-orang yang berhasil. Sedangkan anak-2 yang tidak taat menjadi orang-2 yang gagal, baik dalam rumah tangga maupun karier. Ternyata, untuk menjadi taat diperlukan latihan sejak muda dan dimulai dari hal-hal yang kecil.¬†

Pemahanan:

  • Apa pesan penting yang hendak disampaikan oleh Tuhan Yesus dalam ayat. 10?
  • Apa hubungan antara mamon dengan sifat ketidaksetiaan manusia dalam ayat. 11-12?
  • Penekanan bagaimana yang hendak diharapkan melalui pernyataan Yesus di ayat. 13!

Kesetiaan dan kebenaran adalah dua hal yang berbeda. Setia menyangkut karakteristik sedangkan kebenaran berkaitan dengan kehidupan dan relasi. Di dalam Alkitab kebenaran berkaitan dengan hubungan yang benar dengan Allah dan sesama. Setia dan benar  merupakan sebuah paket yang utuh, karena kesetiaan akan membuahkan kebenaran dan kebenaran menunjang pertumbuhan kesetiaan. Yesus menekankan bahwa, jika seseorang setia menjalankan kebenaran dalam perkara kecil, maka ketika dipercayakan perkara besar pun dia akan menjalankannya dengan benar. Hubungan kesetiaan, kebenaran dengan mamon yang tidak jujur adalah hendak memperingatkan kita bahwa karakter dan kebenaran jangan sampai lebih mempercayai mamon yang tidak jujur ketimbang mengedepankan karakter yang setia dan hidup benar di dalam menjalankan hidup. Apalagi sampai bergantung kepada mamon untuk menjadi sarana memperoleh segalanya, misalnya kebahagiaan, melainkan mamon harus dimanfaatkan untuk membantu kita menjalani hidup yang bergantung pada Tuhan. Harta dunia ini sifatnya tidak pasti, itu sebabnya dikatakan tidak jujur. Hal itu hendak menggiring kita pada sebuah konsep bahwa hanya Tuhanlah yang pasti dan tetap sehingga kesetiaan kepada Tuhan itu adalah kebenaran yang mutlak. Belajarlah untuk setia dan benar kerjakan tugas dan panggilan kita, apapun profesinya karena itu panggilan Tuhan bagi kita.

Refleksi:
Tidak jarang orang menjadi berubah setia kepada Tuhan karena pengaruh mamon. Muara dari berubah setia itu adalah hidup dalam ketidakbenaran. Sudahkah kita menyadari hal itu?

Tekad:
Tuhan aku mau belajar setia dalam perkara-2 kecil terutama menyangkut relasi yang benar dengan Engkau dan sesama, agar aku dapat mengerjakan panggilan-Mu dengan benar.

Tindakan:
Mulai hari ini aku akan mengutamakan hidup setia dan benar di dalam menjalani kehidupan, terutama setia dengan benar melayani dan mengasihi Tuhan melalui harta milik-ku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*