suplemenGKI.com

TUHAN CELIKKAN MATA BATINKU

 

Yohanes 9 : 1-41

 

Pengantar
Anugerah kesehatan adalah suatu hal yang sepatutnya kita syukuri. Tetapi seringkali kita merasa bahwa hal itu adalah hal yang biasa saja. Padahal di tempat lain banyak orang yang sedang berjuang dalam penyakitnya karena ada organ yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Selain kesehatan, masih banyak karya Allah yang bisa kita lihat melalui ciptaan-Nya, melalui berkat yang kita terima dan banyak hal lainnya.  Akan tetapi apakah kita mampu melihat Kasih Kristus melalui semua peristiwa hidup sehari-hari ?

Pemahaman

  • Ayat 1 – 7       : Apa yang terjadi dengan seseorang yang buta sejak lahirnya?
  • Ayat 8 – 34 : Apa yang dilakukan orang-orang di sekitar orang buta itu termasuk para pemuka agama?
  • Ayat 35- 40   : Apa reaksi Yesus pada saat itu ?

Bacaan ini mengisahkan ada seorang yang sudah buta sejak lahir. Yesus berkarya kepada orang itu dan memberikan penglihatan sehingga orang itu bisa melihat indahnya dunia. Apa yang terjadi pada diri orang buta yang mengalami kesembuhan adalah suatu anugerah yang membawa sukacita besar. Oleh perjumpaannya dengan Tuhan Yesus, orang itu mendapatkan kesembuhan mata jasmaninya. Lebih daripada itu, orang tersebut mengalami pertumbuhan dalam imannya dan oleh anugerah Allah menjadi anak-Nya (ayat 35-38). Semua itu terjadi karena respons tepatnya terhadap anugerah Allah.Tetapi ternyata banyak orang yang lebih meributkan hal-hal lain dibandingkan dengan menyambut kesembuhan dari orang itu, termasuk para pemuka agama. Dalih mereka adalah penyembuhan itu terjadi pada hari Sabat. Mereka sengaja mencari celah untuk menyalahkan Yesus dan juga orang yang sudah disembuhkan itu. Lalu mereka memanggil orang tua dari orang itu dan menanyakan apa yang terjadi terhadap anaknya. Dan orang tua tersebut tidak berani mengambil resiko dan mengembalikan penilaian kepada anaknya. Karena orang itu terus membela Yesus akhirnya dia  diusir. Dia dipandang tidak menaati aturan agama.

Yesus yang mendengar hal ini kemudian mendatanginya dan membuka jati diri-Nya bahwa benar Dia adalah Sang Juru Selamat yang dinantikan. Yesus bukan hanya mencelikkan mata inderawi (blepo) orang yang buta sejak lahirnya tetapi juga mencelikkan mata batinnya untuk melihat secara spiritual (horao). Sebaliknya para pemuka agama yang selama ini dapat melihat dengan matanya akhirnya malah dibutakan oleh kesombongan  dan sikap mereka yang tidak melihat kebenaran itu. Kebutaan mereka terjadi karena mereka menolak anugerah Allah yang dapat mencelikkan mereka kepada kebenaran-kebenaran sejati.

Refleksi
Tutuplah mata Saudara dan bayangkanlah Tuhan hadir dalam kehidupan ini. Apakah Saudara dapat merasakan kehadiran Tuhan? Apakah dalam perjalanan hidup ini. Saudara hanya mampu melihat dengan mata inderawi tetapi mata rohani atau spiritual masih belum mampu melihat dengan jelas kehadiran Tuhan dalam pelbagai peristiwa kehidupan? Ataukah Saudara selalu mampu melihat kehadiran dan karya baik Tuhan di tengah pelbagai kesulitan dan beban kehidupan?

Tekadku
Tuhan, celikkan mata batinku  sehingga aku semakin mampu melihat dan merasakan kasih-Mu melalui setiap hal dan peristiwa yang terjadi.

Tindakanku
Aku akan terus menyerahkan hati dan pikiran untuk diterangi Tuhan hingga spiritualitasku  makin bertumbuh dan aku dapat dipakai Tuhan untuk mencelikkan mata rohani yang buta.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«