suplemenGKI.com

MINGGU, 22 JUNI 2014

21/06/2014

MATIUS 10: 34-37

PENGIKUT KRISTUS: BERANI MENGHADAPI ‘PEDANG’

 

PENGANTAR
Melanjutkan bacaan kemarin, hari ini kita akan melihat salah satu karakteristik pelayanan yang Yesus lakukan dan hal itu besar pengaruhnya bagi para murid untuk mengetahui karakteristik hidup mereka sendiri sebagai murid Yesus.

PEMAHAMAN

  1. Ayat 34: Apa maksud perkataan Yesus di ayat ini? Apakah ayat ini boleh digunakan menjadi dukungan bagi sebagian orang bahwa kekristenan identik dengan kekerasan?
  2. Ayat 35-36: Apa maksud perkataan Yesus? Apakah berarti Yesus menghendaki adanya perpecahan dalam keluarga?
  3. Ayat 37: Apa yang sebenarnya Yesus kehendaki dalam diri para muridNya?

Yesus menggunakan gaya bahasa hiperbola untuk menonjolkan pesan secara menyolok. Pedang menjadi simbol penghakiman Allah atas dunia yang akan memisahkan dengan tajam antara orang yang percaya kepadaNya dan yang menolakNya. Bahkan akan terjadi di antara anggota keluarga, yaitu perpecahan yang terjadi karena ada anggota keluarga yang percaya dan ada yang tidak percaya kepada Dia. Pedang juga merupakan fakta bahwa kita yang hidup dalam Kristus akan membuat orang-orang yang membenci Yesus mengacungkan pedang (penderitaan) pada kita. Dengan demikian Yesus menghendaki para murid pada waktu itu dan juga kita untuk siap dan berani menghadapi pedang, baik yang timbul sebagai konsekuensi iman percaya kita kepada Allah, maupun penghakiman Allah sendiri atas hidup yang kita jalani.Ayat 37 tidak dapat diartikan Yesus menghendaki keluarga kita tercerai berai, melainkan kita harus lebih mengutamakan Dia lebih dari ikatan yang paling kuat sekalipun pada budaya Yahudi, yaitu keluarga (bdk. dg. Lukas 14:26). Mengikut Yesus membutuhkan komitmen dan kesungguhan yang melebihi komitmen dan kesungguhan dari hubungan-hubungan apapun yang kita miliki dengan sesama manusia. Bila kita ingin mengaitkan kedua pesan Yesus tersebut, maka kita harus mengingat bahwa salah satu penghalang kesetiaan kita kepada Yesus adalah karena kita lebih setia kepada sesuatu atau seseorang yang lain di dunia ini daripada dengan Yesus.

REFLEKSI
Sudahkah Anda merasakan dahsyatnya pertentangan batin yang terjadi antara memenuhi keinginan diri sendiri/orang lain dan memenuhi kehendak Allah? Usaha apa yang selama ini Anda lakukan untuk menjaga dan meningkatkan kemenangan-kemenangan Anda dalam membuktikan komitmen Anda untuk memenuhi kehendak Allah?

TEKADKU
Kami sadar bahwa berdamai dengan Allah seringkali menimbulkan konsekuensi pertentangan dengan dunia. Berdamai dengan dunia seringkali menimbulkan konsekuensi pertentangan dengan Allah. Tolonglah kami dalam menghadapi perjuangan setiap detik untuk memilih hidup damai dengan Allah, tolonglah kami terus membuktikan komitmen kami sebagai pengikut Engkau. Amin

TINDAKANKU
Tunjukkan dalam keputusan ataupun sikap Anda hari ini yang membuat Kristus melihat kesungguhan Anda untuk mengutamakan Dia di atas yang lainnya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«