suplemenGKI.com

PERJUMPAAN MENEGUHKAN PANGGILAN

Matius 4:18-23

 

PENGANTAR

Seseorang bisa membagikan sesuatu jika dia memiliki.  Sebaliknya, jika dia tidak memiliki tentu saja tidak dapat membagikannya kepada orang lain.Memberitakan Injil berarti membagikan keselamatan dari Allah, menyatakan kebenaran-Nya dan menceritakan kasih-Nya.  Dengan demikian, seseorang bisa memberitakan Injil jika sudah mengalami karya keselamatan Allah dalam hidupnya, menghidupi kebenaran dan memiliki pengalaman dikasihi-Nya.  Mari belajar bagaimana para murid memiliki pengalaman bersama-Nya. 

 

PEMAHAMAN

  • Ayat 18-22 : Siapakah yang Yesus panggil sebagai mitra kerja-Nya? Siapakah mereka?
  • Bagaimana Dia memberikan pengalaman perjumpaan dan panggilan?
  • Apakah saudara memiliki pengalaman perjumpaan dengan Dia? Miliki sebab Dialah sumber kebenaran yang harus kita beritakan.

Dalam perikop ini Yesus menuju Galilea.  Dia akhirnya meninggalkan Nazaret, menuju daerah Galilea  dan tinggal di Kapernaum.  Kota-kota yang lebih besar dari Nazaret, yang memungkinkan Yesus bisa bertemu dan melayani lebih banyak orang.  Sebelum memulai pelayanan-Nya, Dia memanggil para murid untuk menjadi rekan kerja-Nya.  Di pantai danau Galilea inilah Dia memanggil para murid-Nya.  Pertama, Dia memanggil dua orang bersaudara yaitu Simon yang disebut Petrus dan Andreas.  Dia adalah penjala ikan.  Yesus berkata “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia” (ay.19).  Simon dan Andreas memberikan respon yang baik atas panggilan Yesus itu, walaupun barangkali mereka belum memahami sepenuhnya maksud panggilan Yesus itu.  Kedua, Dia memanggil dua orang bersaudara yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes.  Mereka juga memberikan respon yang sama, segera meninggalkan perahu dan jalanya lalu mengikut Yesus.

Simon, Andreas, Yakobus dan Yohanes bukan hanya belum memahami sepenuhnya maksud panggilan Yesus, tetapi panggilan itu mengubah kehidupan mereka ke dalam pekerjaan yang tidak mereka kuasai yaitu penjala manusia.  Siapa Simon dan kawan-kawan?  Hal itu berarti bahwa menjadi rekan kerja-Nya, bukan memilih tetapi karena dipilih.  Bukan mampu melakukan perkara besar tetapi karena dimampukan melakukannya.  Bukan cakap tetapi karena anugerah.  Bukan karena layak tetapi karena mau mengakui dosa, menerima pengampunan dan anugerah-Nya.  Status baru dianugerahkan, yakni menjadi penjala manusia.  Tanpa ragu dan mengulur waktu mereka menyambut panggilan-Nya.  Simon, Andreas, Yakobus serta Yohanes mengalami karya keselamatan dan memiliki pengalaman perjumpaan kasih yang mengubah hidupnya.  Mereka sudah mengalami karya keselamatan dan merasakan kasih-Nya, itulah yang mereka bagikan dalam pemberitaan Injil-Nya.

REFLEKSI

Mari merenungkan: seseorang bisa memberitakan Injil jika sudah mengalami karya keselamatan dalam hidupnya, menghidupi kebenaran dan memiliki pengalaman dikasihi-Nya.  Miliki pengalaman itu sehingga bisa membagikan kepada sesama.

 

TEKADKU

Tuhan aku mau menyediakan hati agar memiliki pengalaman bersama-Mu sehingga aku bisa membagikan kepada sesamaku.

 

TINDAKANKU

Aku mau menyediakan waktu dan hati untuk memiliki pengalaman bersama-Mu, sehingga aku memiliki bekal untuk terlibat dalam misi pemberitaan Injil-Mu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«