suplemenGKI.com

Markus 1:16-20

MENYAMBUT PANGGILAN TUHAN

 

Pengantar
“Saya mau ikut Yesus, saya mau ikut Yesus sampai selama-lamanya. Meskipun saya susah menderita dalam dunia, saya mau ikut Yesus sampai selama-lamanya.” Lagu ini, jelas melukiskan kesediaan seseorang untuk mengikut Tuhan, dalam kondisi apapun. Kesediaan mengikut Tuhan, dengan penuh ketulusan merupakan hal yang luarbiasa. Tidak semua orang mau dengan mudah meninggalkan kesenangannya dan mengikut Tuhan. Apakah anda siap menjadi pengikut Tuhan?

 

Pemahaman

  1. Mengapa Tuhan Yesus mau memakai penjala ikan untuk menjadi “penjala manusia”?
  2. Apakah yang memotivasi Simon, Andreas, dan teman-temannya yang lain ketika Yesus memanggil mereka, dan akhirnya meninggalkan keluarga mereka?
  3. Apa yang harus kita lakukan sebagai “penjala manusia” masa kini?

 

Hal menarik untuk dilihat bersama adalah makna dari ajakan Tuhan Yesus terhadap Simon, Andreas, Yakobus dan Yohanes anak Zebedeus yaitu mereka langsung meninggalkan pekerjaan yang semula sudah digeluti dan langsung mengikut Yesus. Mereka tentunya bukanlah pengangguran bahkan mungkin mereka sudah memiliki kehidupan yang nyaman dari usaha atau pekerjaan mereka sebagai penjala ikan. Saat Yesus memanggil para nelayan, mereka serta merta meninggalkan jala mereka. Mereka melihat kenyataan “kerajaan Allah” dalam diri Yesus, yang saat itu mengajak mereka. Kesempatan itu tidak disia-siakan begitu saja. Pengalihan tugas atau panggilan dari seorang penjala ikan menjadi penjala manusia merupakan respon tulus dan beriman terhadap panggilan atau pilihan Tuhan. Akankah kita langsung bergegas mengikut Tuhan saat Tuhan sendiri yang memilih kita untuk menjadi pengikutnya?

Lewat bacaan kita ini, “mengikut Yesus” dan bergabung dengan perutusanNya, berarti melaksanakan perjalanan  yang  memberikan kegembiraan hidup dan kebingungan yang luar biasa, mengalami kuasa yang besar dan ketidakmampuan. Ini suatu undangan untuk memberikan jawaban “Ya, saya meninggalkan segalanya dan mengikut Engkau”, tidak hanya dalam suatu pengalaman pertobatan yang radikal tetapi juga terus-menerus sampai akhir.

 

Refleksi
Seringkali kita menolak undangan Tuhan untuk menjadi pengikutNya. Terlalu banyak alasan yang kita pertimbangkan, alih-alih belum saatnya bagi saya untuk menjadi pelayan Tuhan. Jangan jadikan undangan Tuhan sebagai suatu beban, melainkan suatu kesempatan besar untuk melakukan tugas sukacita.

 

Tekad
Ya Tuhanku, aku bersuka karena kesukaan besar Engkau mau memilihku menjadi pelayanMu, biarlah dengan menjadi penjala manusia banyak orang akan dengan sukacita menerima Engkau hadir dalam hidup mereka.

Tindakan

Mulai saat ini, kemana saja Tuhan menyuruhku memberitakan Injil. Aku dengan sukacita katakan “Ya, aku siap”.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*