suplemenGKI.com

Allah Menyertai Kita

 

Matius 1:18-25

 

Pengantar
                Banyak orang berpikir dan berpendapat bahwa bukti Tuhan menyertai kita adalah kondisi kita yang baik, sehat, kaya, senang, apa yang didoakan selalu terjawab dll. Sangat sulit diterima oleh kita kalau Tuhan menyertai namun keadaan dan kondisi kita susah, sakit, ekonomi biasa-biasa saja dan banyak masalah. Benarkah hal ini demikian? Mari kita coba melihat bacaan kita hari ini.

Pemahaman
Ay 18, Apa yang menjadi pergumulan Maria, waktu tahu bahwa ia mengandung?
Ay 19, Apa yang menjadi pergumulan dari Yusuf, waktu mengetahui bahwa Maria mengandung?
Ay 20-23, Apa yang Tuhan perbuat terhadap Yusuf?
Ay 24-25, Apa yang Yusuf lakukan setelah mendapatkan mimpi tersebut?

Sebagai seorang dara, tentu akan terkejut manakala diberitakan bahwa ia akan mengandung seorang anak. Maria sadar bahwa ia punya tunangan, namun mereka belum menjadi suami istri. Pergumulan yang berat belum menikah namun sudah mengandung seorang anak bukan dari benih suaminya. Rasa malu, takut, bingung bahkan susahpun bercampur menjadi satu, apabila diketahui oleh masyarakat umum.

Demikian sebaliknya bagi Yusuf, yang mengetahui bahwa Maria mengandung, maka ia bermaksud menceraikannya dengan cara diam-diam, tujuannya supaya tidak mempermalukan Maria didepan umum. Namun rupanya Tuhan mengerti pergumulan mereka berdua, maka Tuhan berbicara kepada Yusuf melalui mimpinya untuk tidak menceraikan Maria, tapi mengambilnya sebagai istrinya, karena anak yang dikandung Maria dari Roh Kudus.

Bahkan Tuhan berpesan kepada Yusuf untuk menamai anakNya itu Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa mereka. Hal ini terjadi sesuai dengan nubuat yang dikatakan oleh nabi Yesaya (7:14)

Maka ketika Yusuf bangun dari tidur, ia mengambil Maria sebagai istrinya, sampai anaknya laki-laki itu lahir dan diberi nama Yesus.

Pergumulan yang berat bagi Maria dan Yusuf sebagai suami istri yang mengandung anak dari Roh Kudus dan harus melakukan perjalanan yang panjang untuk menuju ke Betlehem. Namun baik Maria dan Yusuf sadar bahwa mereka senantiasa disertai oleh Tuhan, langkah demi langkah kehidupan mereka.

Refleksi
Renungkan: Seberapa sadar saudara hidup disertai oleh Tuhan?
Apa yang saudara harapkan sebagai orang percaya yang disertai oleh Tuhan?
Bagaimana kita menyikapi persoalan / masalah yang ada dalam hidup kita?

Tekadku
Ya Tuhan, sering kali kami memahami bahwa penyertaan-Mu selalu berkaitan dengan yang baik dan indah-indah saja dalam hidupku, ajarkan aku menerima semua yang terjadi di dalam hidupku baik indah maupun susah dengan tetap percaya Engkau menyertai aku. Amin

Tindakanku
Hari ini saya akan terus menghayati bahwa Tuhan menyertai aku dalam langkah kehidupanku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«