suplemenGKI.com

Hidup adalah Peperangan Rohani

Efesus 6:10-24

 

Pengantar

Salah satu lagu yang cukup populer belakangan ini mengatakan bahwa hidup ini adalah kesempatan untuk melayani Tuhan. Dan hari ini kita akan merenungkan bahwa hidup ini adalah peperangan rohani. Keduanya bukanlah kebenaran yang saling bertentangan, melainkan saling melengkapi. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Itulah yang akan kita renungkan hari ini.

Pemahaman

-    Hal-hal apa saja yang Saudara lihat dalam ayat perenungan kita hari ini yang menunjukkan bahwa kita sedang hidup di dalam medan peperangan rohani?

-    Perlengkapan senjata Allah manakah yang belum kita kenakan sehingga seringkali kita gagal dalam bertahan melawan tipu muslihat Iblis?

Setelah menulis panjang lebar tentang “berkat rohani” yang dibicarakan mulai Efesus 1:1 – 6:9, sebagai penutup Paulus berkata, “akhirnya” (ay. 10). Di akhir semua penjelasannya itu, Paulus mengingatkan bahwa hidup kita adalah medan peperangan rohani. Kita sedang hidup di dalam peperangan rohani. Ada banyak hal yang diutarakan Paulus yang mengingatkan bahwa kita sedang berperang. Istilah “senjata Allah” (yang diulang dua kali), “perjuangan”, “melawan” (yang diulang beberapa kali), serta beberapa istilah persenjataan. Semuanya itu seharusnya memanggil perhatian kita untuk menyadari bahwa hidup ini adalah peperangan rohani.

Di dalam peperangan rohani ini Paulus mengingatkan agar kita berikat pinggang kebenaran. Berikat pinggang berarti sudah dalam kondisi siap siaga. Kesiagaan kita adalah kesiagaan hidup di dalam kebenaran. Selain itu kita juga diingatkan untuk mengenakan baju zirah keadilan serta ketopong keselamatan. Kedua istilah ini pernah disinggung di dalam kitab Yesaya pada waktu berbicara tentang bagaimana Allah  mengulurkan tangan-Nya untuk menolong umat-Nya (Yes. 59:17).  Begitu juga dengan nasihat “berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil”, juga terkait dengan Yesaya 52:7, “Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: “Allahmu itu Raja!” (bdk. Roma 10:15).

Dengan mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah itu berarti kita juga hidup dalam persekutuan yang erat dengan Allah. Seluruh aspek hidup kita terlindungi dengan baik, sehingga kita dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis.

Refleksi (kontemplasi):

Sejauh mana kita menghayati bahwa hidup ini adalah peperangan rohani? Kalau kita meyakini bahwa hidup ini adalah kesempatan untuk melayani Tuhan, maka kita juga harus memperhatikan perlengkapan senjata kita. Karena melayani Tuhan itupun merupakan peperangan rohani dimana Iblis juga melakukan berbagai tipu muslihatnya. Kalau kita tidak menyadarinya, maka kita dapat terlibat dalam pelayanan tanpa kebenaran, tanpa iman, tanpa membawa berita keselamatan kepada sesama.

Tekadku:

Doa: Bapa surgawi, tolong saya untuk terus menyadari bahwa saya sedang hidup dalam peperangan rohani, sehingga perlu mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah. Amin.

Tindakanku:

Saya akan membuat daftar perlengkapan senjata Allah dan memeriksa ketersediaan senjata itu dalam hidup saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«