suplemenGKI.com

Bacaan : Matius 20 : 1-16. ( Lanjutan )

“Tuan yang Adil”

PENGANTAR
Menurut anda, apakah sang tuan pemilik kebun anggur merugikan para pekerja jam 6 pagi ? tentunya tidak, karena mereka telah membuat kesepakatan mengenai upah yaitu 1 dinar sehari. Akan tetapi mengapa mereka bersungut-sungut ? apakah mereka menemukan ketidak adilan ? Mari kita simak cerita ini dengan seksama.

PEMAHAMAN
1.   apakah Tuan pemilik kebun anggur melakukan ketidak adilan ? ( ayt 11-14 )
2. Mengapa Tuan pemilik kebun anggur membayar semua pekerjanya sama ? ( ayt 14-16 )
3. Tuan tersebut tidak adil atau bermurah hati ?

Para pekerja jam 6 pagi merasa diperlakukan tidak adil oleh Tuan pemilik kebun anggur, sebab mereka telah bekerja lebih pagi dari para pekerja lainnya bahkan mereka telah bekerja keras, kepanasan sepanjang hari, namun diupah sama dengan yang bekerja hanya 1 jam saja, oleh sebab itu mereka bersungut-sungut sebagai tanda protes terhadap ketidak adilan. Namun apakah Tuan pemilik kebun anggur memang tidak adil ? oh Tidak, coba perhatikan faktanya.

1. Tuan pemilik kebun anggur telah mengadakan kesepakatan upah dengan para pekerja jam 6 pagi,  bahwa mereka akan diberi upah 1 dinar sehari, dan mereka telah mendapat upah 1 dinar sesuai kesepakatan. Maka dalam hal ini tuan pemilik kebun anggur berlaku adil.
2. Tuan pemilik kebun anggur  membayar upah para pekerja lainnya, jam 9, 12 siang dan jam 3 serta jam 5 petang juga 1 dinar. Kepada mereka sang tuan pemilik kebun anggur tidak membuat kesepakatan dan hanya mengatakan bahwa tuan akan membayar yang pantas. Jika pada akhirnya sang tuan membayar upah 1 dinar kepada mereka  itu berarti sang tuan pemilik kebun anggur telah bermurah hati kepada mereka, itu sah-sah saja dan tidak merugikan yang lain.

Apa yang dilakukan tuan pemilik kebun anggur itu kepada pekerja jam 9, 12, 3 sore, 5 petang merupakan tindakan kasih. Coba bayangkan pekerja jam 3 dan 5 petang, mengapa mereka  masih mangkal di pasar bursa pekerja sampai sore ? mereka mangkal di pasar bursa pekerja sampai sore mungkin karena umur mereka sudah tua sehingga mereka tidak ada yang membutuhkan tenaganya. Sedangkan di rumah anak istrinya sudah menunggu-nunggu hasilnya. Siapa yang peduli kepada mereka ?  sehingga ketika kemudian mereka direkrut oleh tuan pemilik kebun anggur dan dibayar sama dengan yang lainnya bukankah itu adalah kemurahan hati  sang tuan pemilik kebun anggur. Apalagi tuan pemilik kebun anggur memiliki kehendak bebas mempergunakan miliknya. Sebagai orang percaya kita bersyukur kepada Sang Tuan pemilik kehidupan yang kita layani,karena kita bukan saja belajar bagaimana menjadi pekerja tetapi kita juga belajar tentang kemurahan hati sang tuan. Mari kita mencontohnya.

REFLEKSI
Renungkanlah ! pernahkah anda bersungut-sungut dalam melayani atau bersungut-sungut karena orang lain mendapat kemurahan Allah ?

TEKADKU.
Ya Tuhan tolonglah saya agar tidak bersungut-sungut dalam melayani Tuhan.

TINDAKANKU
Mulai hari ini saya harus berfikir positif tentang orang lain.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*