suplemenGKI.com

Bacaan Roma 15: 1-13

Saling Menolong

 

                Paulus dalam suratnya menasihatkan kepada jemaat di Roma, untuk tidak mencari kesenangan diri sendiri saja, namun mencoba untuk memahami orang yang lemah dan menolongnya.

  1. Alasan apakah yang dikemukan oleh Paulus untuk menolong orang yang lemah?
  2. Mengapa kita harus menerima orang lain apa adanya?
  3. Apa yang menjadi dasar kita menolong dan menerima orang lain?
  4. Apa yang Paulus harapkan ada dalam diri orang yang rela menolong sesamanya?
  5. Hal apakah yang dapat kita pelajari dari bacaan di atas?

 

Renungan:

                Paulus memberikan nasihat- nasihat yang praktis dalam kehidupan orang-orang yang percaya di Roma. Yang pertama, orang yang lebih kuat menolong orang yang lemah. Dalam kehidupan di dunia ini tidak dapat diingkari bahwa ada orang-orang yang hidupnya berhasil, namun juga ada orang-orang yang hidupnya kurang berhasil. Maka sebagai saudara seiman, Paulus menasihati untuk orang-orang yang sudah berhasil, wajib memperhatikan mereka-mereka yang masih lemah. Supaya orang-orang yang masih lemah boleh dikuatkan baik dari segi materi atau juga iman.

Kedua, mencari kesenangan orang lain. Kecenderungan manusia biasanya memuaskan keinginan dirinya sendiri. Segala sesuatu ditempuh hanya untuk memuaskan apa yang diinginkannya, bahkan jika perlu mengorbankan orang lain demi kepentingannya sendiri. Untuk mengurangi hanya memikirkan kepentingannya sendiri, maka Paulus mengajak jemaat untuk berusaha mencari kesenangan orang lain atau berusaha menyenangkan orang lain, tentunya dengan cara yang benar, atau jemaat berusaha untuk mengutamakan orang lain.

Ketiga, Penghapan tetap di dalam Kristus. Di dalam melakukan segala usaha yang ada, jemaat tetap diingatkan supaya terus berpengharapan kepada Kristus, dengan demikian tetap menjaga iman percayanya. Keberhasilan atau kekurangan dalam hidup ini bisa terjadi, namun sebagai orang yang percaya harus terus memiliki pengharapan di dalam Kristus, karena kita percaya Kristuslah yang akan memenuhi segalanya.

 Keempat, Kristus sebagai teladan. Jemaat diajarkan bagaimana meneladani Kristus di dalam hidupnya  baik ketika mencari kesenangan orang lain, atau menerima orang lain. Kristus tidak mementingkan dirinya sendiri, namun justru memikirkan manusia yang berdosa dan yang memerlukan penebusan dosa dari diriNya.  Kristus mau menerima kita apa adanya bahkan ketika kita masih berdosapun juga diterimaNya. Demikian seharusnya kita juga mau menerima orang lain apa adanya. Tujuan penerimaan tersebut bukan untuk diri kita sendiri tapi untuk kemuliaan Tuhan.

 Kelima, Roh Kudus memberikan kekuatan kepada orang-orang percaya untuk menjalani hidup ini dengan suka cita dan dalam damai sejahtera. Paulus mau mengingatkan kita bahwa kekuatan kita bukan dari banyaknya harta yang kita miliki atau banyaknya orang-orang yang dapat membantu kita, atau seberapa pandaikah kita, namun kekuatan kita untuk menjalani hidup ini dengan kekuatan dari Roh Kudus sebagai sumber yang tak pernah berkesudahan.

Semakin kita bersandar kepada Roh Kudus untuk menjalani hidup ini, maka kita akan semakin besar menjadi berkat bagi sesama kita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«