suplemenGKI.com

Minggu, 21 Mei 2017

20/05/2017

Yohanes 14 : 18 – 21

Mengasihi Yesus; dikasihi Bapa/ Yang mengasihi akan di kasihi

 

PENGANTAR
Di ayat-ayat awal Yohanes pasal 14 ini para murid diliputi kegelisahan karena mereka menangkap sebuah firasat bahwa Yesus akan pergi meninggalkan mereka ( ayat 1 – 2 ). Firasat tersebut agaknya akan segera menjadi kenyataan, karena Tuhan Yesus mengungkapkannya beberapa kali. Namun firasat mereka semakin kuat dan mereka akan melihat suatu tragedi yang akan terjadi pada Yesus. Bagaimana perasaan mereka ketika mereka semakin tahu akan kepergian Yesus ?

PEMAHAMAN

  1. Walaupun murid-murid tahu bahwa Yesus akan pergi meninggalkan mereka. Apa yang membuat mereka agak tenang ? ( ayat 18 – 19 )
  2. Apa yang hendak dipesankan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya ketika Ia berkata, “Aku didalam Bapa-Ku dan kamu didalam Aku dan Aku didalam kamu” ? ( ayat 20 )
  3. Kebahagiaan apa yang terkandung dalam pernyataan Tuhan Yesus ini, “Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan di kasihi Bapa-Ku” ? ( ayat 21 )

Mendengar pernyataan dari Tuhan Yesus bahwa Ia akan pergi ke rumah Bapa maka hati murid-murid menjadi gelisah, kuatir, takut dan berbagai perasaan berkecamuk dalam hati para murid. Seandainya kita adalah para murid mungkin kita juga akan mengalami perasaan yang sama. Namun mereka kembali agak tenang manakala Tuhan Yesusmengatakan, “Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu”. Anak yatim piatu tidak ada jaminan berkat kehidupan dan keamanan.Walaupun Tuhan Yesus akan pergi meninggalkan murid-murid melalui tragedi salib namun Tuhan Yesus akan bangkit dari kematian dan menampakkan Diri kepada murid-murid dan akan naik ke sorga kemudian akan mengirim seorang  Penolong yang lain yaitu Roh Kudus ( renungan kemarin ) yang akan mendampingi murid-murid. Hal itu sangat menguatkan hati para murid. Hati mereka semakin kuat manakala Tuhan Yesus memberi pernyataan yang lebih dalam lagi yaitu, “Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu” (ayat 20). Sebuah penjelasan Yesus yang sangat jelas bahwa sebagaimana Yesus dan Bapa adalah satu demikian pula dengan murid-murid dan Yesus adalah satu, dimana Yesus tinggal di hati dan di jiwa murid-murid. Bukan saja itu, Tuhan Yesus juga tinggal di hati semua umat percaya termasuk kita.

Satu keyakinan yang terus ada dalam hati setiap umat percaya adalah bahwa Yesus tinggal di hati kita. Dengan keyakinan tersebut semestinya umat percaya dapat menunjukkan kasihnya kepada Tuhan Yesus. Pertanyaannya adalah : dengan cara apa umat percaya dapat menyatakan kasihnya kepada Tuhan Yesus ? ayat 21a mengatakan, “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku”. Kalimat ini dengan jelas menjawab pertanyaan di atas, yaitu umat percaya dapat menyatakan kasihnya kepada Tuhan dengan “memegang perintah Tuhan Yesus dan melakukannya”. Untuk itu sebagai umat Tuhan marilah kita memegang perintah-perintah Tuhan dan melakukannya. Dengan demikian kita mewujudkan kasih kepada Allah. Bagaimana dengan saudara ?

REFLEKSI
Marilah kita merenungkannya : Tahukah saudara bahwa Tuhan Yesus tinggal di hati saudara ? apakah saudara mengasihi-Nya ?

TEKADKU
Ya Tuhan mampukanlah saya memegang dan melakukan perintah-Mu.

TINDAKANKU
Saya akan terus berjuang memegang setiap perintah Allah dan melakukan dalam hidup sehari-hari.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»