suplemenGKI.com

Yohanes 12:20-33

MEMBERI HIDUP BAGI SEMUA

 

Pengantar
Pelayanan Yesus ternyata tidak hanya dirasakan oleh orang-orang Yahudi namun juga banyak orang dari latar belakang yang berbeda. Seperti yang diungkapkan dalam bacaan kita. Orang-orang Yunani datang ke Yerusalem dan mencari Yesus. Mereka bertanya kepada Filipus dan Andreas sehingga akhirnya menemui Yesus. Dalam pertemuan tersebut Yesus menyampaikan hal-hal yang terkait dengan kematian-Nya.

Pemahaman
Ayat 20 – 22      Apakah yang dilakukan beberapa orang Yunani di Yerusalem?
Ayat 23 – 33      Apakah yang disampaikan Yesus kepada orang-orang Yunani tersebut?

Saat Yesus berada di Yerusalem, orang-orang Yunani mencari Yesus dan ingin menjumpai Yesus. Keinginan itu mereka sampaikan kepada Filipus. Pada kesempatan pertemuan tersebut Yesus menyampaikan beberapa hal penting terkait dengan kematian-Nya. Namun apabila kita melanjutkan teks bacaan maka akan didapati pada ayat ke-34 bahwa orang-orang Yunani bertanya tanya, tidakkah seharusnya Mesias akan tetap hidup selama-lamanya sama seperti yang dipahami oleh orang-orang Yahudi ? Mereka memahami Mesias menurut konsep Yahudi dimana Mesias adalah sorang panglima perang dan seorang pahlawan yang tidak terkalahkan. Pemahaman mesianis semacam ini tentu tidak sejalan menurut pemahaman Yesus.

Yesus justru memberitahukan apa yang akan terjadi dengan diri-Nya. Jalan penderitaan dan kematian harus dikerjakan-Nya untuk mewujudkan karya Allah yang bertujuan menyelamatkan semua orang. Melalui kematian Yesus maka lahirlah sebuah kehidupan baru bagi semua orang. Seperti biji gandum yang harus ditanam dan mati untuk dapat menghasilkan banyak buah (ay. 24). Melalui pengorbanan Kristus, dimulailah babak baru kehidupan manusia yang lebih baik karena hubungan manusia dengan Allah yang retak telah dipulihkan.

Bacaan hari ini mengajak umat melihat kembali makna kematian Kristus. Kematian-Nya bukanlah jalan kesia-siaan. Lewat kematian DIA telah menebus manusia dan memberikan kehidupan baru bagi setiap orang. Oleh karenanya umat diajak untuk melihat sudahkah kehidupan baru yang dianugerahkan telah digunakan untuk melakukan hal-hal yang baik.

Saat ini ada banyak orang tidak memperlihatkan rasa syukur atas karya Kristus di kayu salib. Perilaku-perilaku yang tidak seturut dengan firman Allah masih terus dilakukan, baik dalam keluarga, persekutuan dan masyarakat. Kekerasan demi kekerasan dilakukan, keengganan untuk saling melayani, tidak mau tahu terhadap apa yang orang lain alami, suka menebar kebencian, sulit menerima perbedaan, mau menang sendiri, semua itu mewarnai kehidupan manusia.

Anugerah kehidupan baru yang diberikan Kristus melalui jalan kematian-Nya seolah menjadi sia-sia dan tidak berarti sama sekali. Oleh karena itu melalui teks bacaan hari ini umat diingatkan untuk menjalani kehidupannya dengan baik dan positif.

Refleksi
Dengan mengorbankan kehidupan-NYA, kita mendapat kehidupan. Melalui kematian Kristus umat dipanggil untuk menggunakan seluruh hidupnya dengan maksimal, tidak menyia-nyiakan setiap waktu yang Tuhan karuniakan.

Tekadku
Ya Allah, mampukan kami mengisi setiap waktu kehidupan kami dengan mempersembahkan hidup kami bagi kemuliaan nama-Mu. Mampukan kami untuk hidup seturut dengan kehendak-Mu dan tidak hanya sibuk dengan kehidupan kami sendiri.

Tindakanku
Membagi waktu pribadi dan bersama keluarga untuk berdoa, beribadah dan belajar firman Allah. Membangun rasa peduli pada sesama di sekitar.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«