suplemenGKI.com

Menjelang hari Paskah, Yesus pergi ke Betania tinggal di tempat Lazarus yang pernah dibangkitkanNya. Maka tidaklah berlebihan kalau keluarga besar Maria, Marta dan Lazarus menjamu makan Tuhan Yesus bersama dengan murid-muridNya.

  1. Apa yang dilakukan Maria terhadap Tuhan Yesus?
  2. Apa reaksi Yudas Iskariot terhadap Maria yang menuangkan minyak narwastu pada kaki Yesus?
  3. Apa dasar Yudas Iskariot mencela perbuatan Maria?
  4. Apa yang Yesus katakan kepada Yudas Iskariot?
  5. Hal penting apakah yang dapat anda ambil dari peristiwa ini?

Renungan

Enam hari sebelum hari Paskah Yahudi, Yesus bersama-sama dengan murid-muridNya hadir di Betania serta singgah di rumah Lazarus. Kegembiraan keluarga Maria dan Marta terlihat juga dengan diadakannya perjamuan makan bersama dengan Yesus serta murid-muridNya.

Di tengah-tengah acara perjamuan makan itu, Maria mengambil setengah kati minyak Narwastu murni lalu meminyaki kaki Yesus serta menyekanya dengan rambutnya. Tentu saja bau yang semerbak di ruang makan tersebut dapat tercium oleh semua orang yang hadir dalam perjamuan makan. Hal ini juga mengundang respon dari Yudas Iskariot, “mengapa minyak Narwastu yang mahal tidak dijual 300 dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin”. Apa yang dikatakan Yudas Iskariot bukan karena ia memperhatikan orang miskin, namun sesungguhnya ia sering mengambil uang kas yang dipegangnya.

Menanggapi pernyataan Yudas Iskariot,  Yesus berkata: “Biarkan dia melakukan hal ini mengingat hari penguburanKu”. Dari peristiwa ini kita melihat bahwa Yesus menyetujui apa yang dilakukan oleh Maria, namun Yesus juga mengingatkan bahwa hal ini dilakukan menjelang kematianNya.

Ada beberapa alasan mengapa Maria mau meminyaki kaki Tuhan Yesus dengan minyak Narwastu yang murni. Yang Pertama, Maria tahu bahwa Tuhan Yesus sudah memberikan yang terbaik untuk dirinya dan keluarganya. Kedua, Maria menghormati kepada Tuhan Yesus, dan yang ketiga Maria melakukan hal ini juga didorong oleh keinginan memberikan yang terbaik bagi Yesus.  Ketiga hal inlah yang mendorong Maria mau mengorbankan apa yang ia punyai, walaupun mahal harganya.

Mari kita merenungkan apa yang sudah Tuhan Yesus korbankan untuk kita semua? Sehingga kita mendapatkan anugerahNya, kita dibebaskan dari kuasa dosa hingga memungkinkan kita hidup dalam kekudusan.

Pernahkah kita berpikir untuk mengorbankan sesuatu demi Tuhan Yesus yang telah memberikan DiriNya kepada kita? Pengorbanan macam apakah yang sudah kita berikan atau yang akan kita berikan? Atau mungkin tidak ada pengorbanan yang dapat kita berikan kepada Tuhan Yesus, karena kita hidup dalam keegoisan?

Pengorbanan itu adalah sesuatu yang kita punyai, yang kita hargai, yang kita senangi.  Namun, kita mau memberikannya dengan ketulusan hati kita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

1 Comment for this entry

  • daud puji says:

    Degan adanya tafsiran setiap perikop,sangat membantu dalam membawakan sebuah renungan,sehingga tidak lagi pusing mencari renungan,seperti saya yang awam teologi,trimakasih Tuhan,……

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*