suplemenGKI.com

Minggu, 21 Juni 2020

20/06/2020

TETAP BERANI, TETAP SETIA

Matius 10:24-39

 

Pengantar
Bacaan hari ini merupakan bagian dari perikop yang berbicara tentang penganiayaan yang akan dialami oleh para murid. Mereka diajar untuk sadar akan hal ini dan bersiap untuk menghadapinya. Yesus menyampaikan hal ini kepada murid-murid-Nya bukan untuk menakut-nakuti, tetapi Ia sedang memberikan kekuatan dan penguatan kepada mereka. Yesus memberi petunjuk bagaimana harus menanggung penderitaan itu dan bagaimana terus berkarya di tengah-tengah penderitaan yang dialami.

Pemahaman

  • Ayat 24-31    : Apakah bentuk bahaya yang akan dialami oleh para murid dalam berkarya ? Apa nasehat yang diberikan oleh Yesus agar para murid bertahan menghadapi bahaya itu?
  • Ayat 34-39    : Apa yang harus dilakukan oleh seseorang yang ingin mengikut Yesus?

Jika kita memperhatikan ayat 24-28, ada dua bentuk bahaya yang akan dialami oleh para murid, yaitu bahaya akan Beelzebul dan bahaya akan Pembunuh Tubuh. Beelzebul, dapat dikatakan sebagai gambaran sebuah kuasa besar yang dapat mempengaruhi manusia untuk menyimpang dari tujuan Allah, serta mampu membelokkan hati para murid dari kesetiaan mereka pada pemberitaan Injil. Akan hal ini Yesus menasehatkan kepada para murid untuk tetap memberitakan Injil dengan tidak takut dan tidak gentar. Mengapa demikian? Karena pada saatnya nanti, orang-orang yang hidup oleh iman percaya kepada Tuhan akan bersinar dan mengalahkan kegelapan (ayat 26-27).

Pembunuh Tubuh, menunjuk pada setiap orang yang memiliki kekuasaan untuk melakukan tindakan penindasan, penganiayaan, dan bahkan melakukan pembunuhan terhadap orang-orang percaya. Hal ini juga dapat menggoyahkan iman para murid kepada Kristus. Oleh karena itu, Yesus menasehatkan kepada para murid untuk mengarahkan rasa takutnya kepada Tuhan (ayat 28). Jika mereka lebih berfokus pada ketakutan akan kuasa dari para penindas dan penganiaya, maka mereka akan lupa dengan tugas panggilannya. Jadi, nasehat yang diberikan oleh para murid itu membuka pemahaman mereka bahwa di tengah penderitaan yang akan dialami di masa mendatang, Allah akan selalu menyertai dan memelihara mereka. Sehingga mereka berani dan dimampukan dalam menjalani tugas pelayanannya.

Di sisi lain, Yesus juga menasehati para murid agar hidup setia dalam mengikut-Nya (ayat 34-39). Para murid harus lebih memilih Kristus, daripada kenyamanan dan keamanan diri sendiri. Murid Kristus harus memikul salibnya dan mengikut-Nya. Jika sebagai murid kita mampu mengikut-Nya dengan setia, maka Dia akan memimpin kita untuk melewati berbagai penderitaan.

Refleksi
Menjadi murid Kristus bukan berarti kita terbebas dari penderitaan. Sebaliknya, untuk mengetahui seberapa besar pengabdian dan kesetiaan kita kepada-Nya, kita harus memiliki keberanian dalam menghadapi penderitaan. Dengan demikian, kemurnian iman kita yang sesungguhnya akan terlihat.

Renungkanlah: Sebagai seorang murid atau pengikut Kristus, sudahkah kita mengarahkan hidup hanya tertuju kepada-Nya?

Tekadku
Tuhan, ajarku memiliki hati yang setia dan keberanian yang kuat untuk menjadi pengikut-Mu. Mampukanku untuk mengalahkan ketakutan dalam menghadapi kesukaran di masa yang akan datang. 

Tindakanku
Dalam menjalani tugas panggilanku sebagai seorang pengikut Kristus, aku mau belajar untuk setia merenungkan Firman-Nya, mengandalkan Tuhan, bukan mengandalkan kekuatan sendiri.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«