suplemenGKI.com

Minggu, 21 Juni 2015

20/06/2015

Mazmur 9:10-21

IMAN YANG TEGUH, BUKAN TAMBAL-BUTUH

PENGANTAR
Bukan rahasia lagi, banyak orang Kristen memperlakukan Tuhan hanya sebagai “tambal-butuh” danmencari Tuhan hanya apabilamereka sedang membutuhkan pertolongan-Nya. Sikap semacam inilah yang membuat iman kita tidak bertumbuh dan mudah goncang ketika kita ditimpa berbagai masalah.

Agar iman kita bertumbuh, kita perlu membangun hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan dan mengenal Dia lebih baik. Dengan demikian kita memilik pengakuan iman yang jelas mengenai Tuhan. Pengenalan kita akan Tuhan itulah yang membuat kita senantiasa ingin memuji dan memuliakan nama-Nya. Juga, ketika kita menghadapi masa-masa sukar dalam hidup kita, pengakuan iman dan puji-pujian masih tetap ada dan menjadi sumber kekuatan kita untuk menghadapinya.

PEMAHAMAN
Penulis mazmur ini menggambarkan dirinya sebagai “orang yang terinjak” (ay. 10), “orang yang tertindas” (ay. 13) dan “orang miskin” (ay. 19).  Dia juga mengungkapkan bahwa kesengsaraannya disebabkan oleh orang-orang yang membencinya (ay. 14) yang disebutnya juga sebagai orang-orang fasik (ay. 17-18) yang lebih pintar dan lebih kuat darinya. Dalam kondisi terdesak (ay. 10b) dan berada di “pintu gerbang maut”(ay. 14), pemazmur mencari perlindungan kepada Tuhan.

Ay. 10-13     Pemazmur menghadap Tuhan dengan membawa pengakuan iman (ay. 10-11) yang menjadi dasar baginyauntuk mengajak semua orang untuk memuji Tuhan (ay. 12-13).  Melalui pengakuan iman ini, apa yang diungkapkan pemazmur mengenai Tuhan?

Ay. 14-15     Setelah mengungkapkan pengakuan iman, pemazmur menyampaikan permohonannya kepada Tuhan. Apa yang diminta pemazmur? Apa tujuan permintaan ini?

Di dalam pengakuan imannya, pemazmur mengungkapkan bahwa Tuhan tidak membiarkan orang-orang yang terinjak dan terdesak berjuang sendirian. Tuhan menjadi tempat perlindungan bagi mereka (ay. 10) dan tidak meninggalkan mereka (ay. 11). Karena itulah pemazmur mengajak ktia semua untuk mengenal Dia, percaya kepada-Nya, dan mencari Dia (ay. 11).

Berlandaskan pengakuan iman yang teguh itulah pemazmur memanjatkan doa permohonannya kepada Tuhan. Pemazmur memohon agar Tuhan menolongnya dari ancaman kematian (ay. 14, mengangkatnya dari “pintu gerbang kematian”). Hal yang perlu kita perhatikan dari permohonan pemazmur ini adalah tujuannya. Dia berdoa bukan hanya agar ia terbebas dari masalahnya, namun juga supaya ia dapat bersaksi dan memuji kebesaran Tuhan (ay. 15). Pemazmur bukan hanya berdoa agar ia diangkat dari pintu gerbang maut, namun juga dipindahkan ke pintu gerbang puteri Sion – yaitu ke Bait Allah, di mana umat-Nya beribadah, memuliakan Dia, dan bersyukur kepada-Nya.

REFLEKSI
Sejauh manakah Anda berupaya untuk mengenal Tuhan, percaya kepada-Nya, dan mencari Dia? Pengenalan Anda akan Tuhan dan iman Anda kepada-Nya sangatlah menentukan cara dan isi doa Anda kepada-Nya.

TEKADKU
Tuhan, tolonglah aku agar aku tidak terus-menerus bersikap egois, terutama terhadap Engkau. Aku ingin semakin mengenal-Mu dan memuliakan-Mu di dalam hidupku.

TINDAKANKU
Aku akan memulai hari-hariku dengan mencari Tuhan dan memuji Dia agar aku semakin mengenal Dia dan imanku semakin teguh.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«