suplemenGKI.com

BUKAN SEKEDAR REPORTER

Lukas 24:13-35

 

Pengantar
Apakah Anda suka jadi pengamat dan reporter? Sekarang ini banyak muncul pengamat-pengamat baik politik, ekonomi, dan reporter media masa. Para pengamat bukanlah orang sembarangan, mereka mempunyai kemampuan untuk menguraikan dan menganalisa permasalahan secara tajam. Para reporter pun tidak kalah hebatnya, sebab mampu memburu sumber berita yang otentik untuk disajikan kepada masyarakat secara lengkap dan menarik. Pada umumnya mereka itu adalah penonton yang berada di luar gelanggang. Mereka tidak ikut merasakan yang mereka analisis dan laporkan dan hidup mereka juga tidak terpengaruh oleh hal itu. Dalam hidup beriman, bagaimana jadinya bila kita hanya menjadi pengamat dan reporter?  Marilah kita renungkan kisah dua orang murid Yesus yang menjadi pengamat dan reporter kehidupan Yesus.

Pemahaman

  •  Ayat 24                 : Mengapa dua orang murid ini meninggalkan Yerusalem dan pergi ke Emaus?
  • Ayat 25-28           : Apakah yang mereka perbincangkan di sepanjang jalan?
  • Ayat 29                 : Mengapa mereka mengundang teman  seperjalanan yang tak dikenal untuk mampir & bermalam di rumah mereka?
  • Ayat 30-31           : Peristiwa apakah yang membuat mereka mengenali Yesus yang telah bangkit?
  • Ayat  32                : Apakah yang mereka rasakan ketika berjumpa yesus?
  • Ayat 33 -35          : Apakah yang mereka lakukan setelah mereka berjumpa dengan Yesus yang telah bangkit?

Kleopas dan temannya memutuskan untuk pulang ke Emaus dengan membawa rasa kecewa dan sedih. Oleh karenanya mereka membicarakan dan menganalisis seluruh peristiwa yang berhubungan dengan Yesus hingga kebangkitan-Nya. Waktu yang dipergunakan untuk diskusi ini cukup panjang mengingat jarak Emaus ke Yerusalem adalah 7 mil dan ditempuh dengan berjalan kaki. Bahkan mereka bisa melaporkan peristiwa kebangkitan Kristus secara lengkap kepada “Yesus” yang berjalan bersama mereka namun tidak mereka kenali. Apa yang mereka bicarakan, diskusikan dan laporkan ternyata tidak mempunyai makna apa-apa bagi kehidupan mereka. Mereka masih berduka dan seolah-olah mereka menempatkan diri  hanya sebagai penonton (ayat 17). Mengapa demikian?

Mereka mempunyai pengharapan yang salah terhadap misi Yesus (ayat 21). Mereka hanya terpusat kepada kebutuhan fisik. Mereka tidak memahami sifat dari misi yang sedang dimasuki oleh Kristus. Karena itu apa yang Yesus alami merupakan kehancuran dari pengharapan mereka. Mereka pun tidak mempunyai pemahaman yang menyeluruh atas kebenaran firman Tuhan yang tertulis (ayat 27). Pemahaman mereka hanya sepotong-sepotong. Sesungguhnya jika mereka mempunyai pemahaman firman Tuhan secara benar dan menyeluruh maka apa yang mereka analisis dan laporkan sudah cukup membawa mereka pada pemahaman siapakah Yesus. Dengan demikian apa yang Ia alami akan memberikan dampak positif bagi kehidupan mereka.

Refleksi
Sudah berapa kali Anda memperingati hari Paskah? Apakah selama ini Anda hanya cakap memperbincangkan Yesus bagai  pengamat dan reporter ataukah kebangkitan-Nya membawa pengharapan bagi kehidupan Anda?

Tekadku
Ya Tuhan, mampukanlah aku untuk hidup melekat pada-Mu hingga aku peka mengenali-Mu. Jadikanlah aku alat-Mu untuk menyapa semua orang hingga mereka disapa oleh berita kebangkitan-Mu 

Tindakanku
Aku akan memantapkan langkah untuk makin mengenali Tuhan Yesus dan Firman-Nya hingga aku sungguh-sungguh mengenal Dia secara utuh. Aku akan bangkit untuk hidup di dalam Kristus hingga Dia yang hidup di dalamku makin kurasakan kehadiran-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«