suplemenGKI.com

Tema

Lukas 13:10-17

Pengantar

Penderitaan bisa datang dalam berbagai bentuk. Rentang waktu penderitaan juga beraneka ragam. Ada yang hanya dalam hitungan jam, tapi juga ada yang dalam hitungan tahun. Dampak yang ditimbulkannya juga macam-macam. Demikian pula responnya, baik terhadap penderitaan tersebut maupun kepada orang yang sedang mengalami penderitaan itu. Hari ini kita akan merenungkan hal-hal tersebut.

Pemahaman

Ayat 10 – 13  : Pernahkah Saudara membayangkan atau mengalami sakit parah dalam rentang waktu yang lama? Bagaimana perasaan Saudara? Apa yang Saudara harapkan dalam keadaan yang sedemikian itu?

Ayat 14 – 17  : Apakah yang membuat terjadinya perbedaan sikap antara kepala rumah ibadat dengan Kristus?

Perempuan yang diceritakan dalam perikop perenungan kita hari ini tentulah sangat menderita. Ia sudah sakit selama 18 tahun. Tidak diceritakan detil apakah ia bungkuk punggungnya itu sudah terjadi sejak pertama sakit ataukah makin lama makin bungkuk. Hidup dalam kondisi yang demikian tentulah sangat tidak menyenangkan. Karena itu sudah pasti perempuan ini ingin sembuh. Tapi menderita dalam rentang waktu yang sangat lama akan membuat orang kehilangan pengharapan. Pada hari-hari pertama sakit, harapan orang untuk sembuh pasti jauh lebih besar daripada setelah ia sakit bertahun-tahun. Ujung-ujungnya, orang yang menderita bertahun-tahun akan menyerah dan menjadi pasrah. Dalam keadaan yang demikian ini, kemudian perempuan itu berjumpa dengan Kristus. Lebih tepatnya, dilihat atau diperhatikan Kristus. Dan tanpa panjang kata, Kristus menjamah dan menyembuhkannya.

Perempuan itu sembuh, tapi masalah baru muncul. Kepala rumah ibadat menjadi gusar. Sebenarnya istilah Yunani yang digunakan di sini sangatlah keras, sehingga lebih tepat diartikan marah (seperti terjemahan BIS) atau marah sekali (terjemahan FAYH). Sebenarnya kepala rumah ibadat itu tahu bahwa dalam hal ini yang bertindak aktif adalah Kristus sedangkan perempuan itu hanya pasif saja. Tidak ada catatan kalau perempuan itu datang kepada Kristus untuk minta disembuhkan. Kristuslah yang berinisiatif memanggil perempuan itu. Namun demikian, mencermati ayat 14, kegusarannya itu seakan ditujukan kepada perempuan itu.

Perbedaan sikap antara Kristus dan kepala rumah ibadat bertolak dari pemahaman sabat. Kepala rumah ibadat menekankan makna sabat pada istirahat, tetapi Kristus menekankan makna sabat pada hari di mana orang memperkuat hubungan pribadi dengan Tuhan.

Refleksi

Pada hari minggu ini, sikap manakah yang akan kita tunjukkan? Lebih mengutamakan istirahat sampai tidak peduli dengan pergumulan orang lain, ataukah mau menggunakan hari minggu untuk memperkuat hubungan kita (baik diri sendiri maupun sesama) dengan Tuhan?

Tekad

Doa: Tuhan Yesus, tolonglah saya menggunakan hari ini untuk memperkuat hubungan pribadi dengan Engkau. Amin.

Tindakan

Saya akan memperkuat hubungan pribadi dengan Tuhan melalui saat teduh pribadi.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«